RADARSOLO.COM – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Raden Mas Said Solo ambil sikap terkait tidakan tak terpuji F, dosen predator yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah mahasiswinya.
F untuk sementara dinonaktifkan dari seluruh aktivitas akademik.
Di sisi lain, salah seorang korban mengaku mendapat ancaman dari F karena ikut meramaikan kasus ini.
Dekan FEBI Rahmawan Arifin menjelaskan, kebijakan menonaktifkan F diambil sebagai langkah awal penanganan kasus.
Terhitung sejak Rabu (20/5), F sudah tidak diperbolehkan menjalankan berbagai aktivitas akademik secara langsung di kampus, sembari menunggu proses lanjutan dari pihak universitas.
“Semua kegiatan akademik yang bersangkutan sementara dinonaktifkan. Seperti bimbingan akademik, bimbingan tugas akhir, termasuk menguji seminar proposal dan menguji skripsi,” kata Arifin.
Arifin menjabarkan, pembatasan berlaku untuk seluruh mahasiswa perempuan maupun laki-laki.
Baca Juga: Dosen UIN Solo Diduga Lecehkan Sejumlah Mahasiswi, Rektor Desak Pelaku Minta Maaf Langsung
Satu-satunya aktivitas yang masih diperbolehkan, yakni mengajar secara daring untuk menyelesaikan sisa pertemuan perkuliahan semester berjalan.
Terkait sanksi kepegawaian terhadap F, fakultas menyerahkan sepenuhnya kepada rektorat sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku di lingkungan kampus.
“Jadi bukan hanya mahasiswa pria saja, tapi semua bentuk aktivitas akademik dinonaktifkan. Kecuali pengajaran untuk menyelesaikan sisa pertemuan dalam bentuk daring,” beber Arifin.
Sementara itu, salah seorang korban R mengaku sempat mendapat ancaman dari F melalui grup WhatsApp (WA) kelas.
“Kalau mau ikut meramaikan, monggo (silakan) saja. Semester kemarin kamu enggak lulus to di matkul (mata kuliah) saya?” tulis F.
Dalam grup tersebut, F juga menulis panjang lebar terkait keenganan untuk memberikan klarifikasi dalam bentuk apa pun.
Baca Juga: Sema FEBI Sorot Kinerja Satgas UIN Solo, 13 Korban Pelecehan Seksual Dosen Belum Dapat Pendampingan
Ia membebaskan mahasiswanya untuk mempercayai atau tidaknya kasus yang terlanjur viral tersebut.
“Mau ikut meramaikan monggo, mau diam dan menolak informasi tersebut juga monggo. Yang mengenal saya rasanya cukup mudah untuk mengambil sikap terhadap informasi tersebut," tulis F lagi. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto