RADARSOLO.COM - Universitas ‘Aisyiyah Surakarta sukses menggelar Sidang Terbuka Senat dalam rangka Wisuda ke-IX di Gedung Graha Sabha Buana, Surakarta, Kamis (21/5/2026).
Sebanyak 189 lulusan Program Studi Sarjana Keperawatan resmi dikukuhkan dalam prosesi penuh haru dan makna kemanusiaan.
Wisuda tahun ini mengangkat tema “Bertumbuh dalam Ilmu, Berakar pada Nilai, Bergerak untuk Kemanusiaan” dengan tagline “Bertumbuh Pesat, Berakar Kuat, Profesional Bermartabat”.
Sejak pagi hari, suasana khidmat sudah terasa di lokasi acara. Para wisudawan memasuki ruang utama diiringi instrumen lagu “The Way of Love”.
Baca Juga: Rektor Baru UNISA Surakarta Dyah Rahmawatie Resmi Dilantik, Siap Prioritaskan Peningkatan SDM
Sebelum prosesi dimulai, seluruh peserta mengikuti safety briefing mitigasi kebakaran yang diperagakan UKM ‘Aisyiyah Disaster Action (ADA) Unisa Surakarta.
Memasuki pukul 08.38 WIB, suasana berubah semakin sakral saat jajaran Senat dan pimpinan universitas memasuki ruang sidang.
Sidang Terbuka Senat resmi dibuka Ketua Senat Unisa Surakarta, Indarwati, SKM, M.Kes.
Acara dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an Surat Al-Mujadilah ayat 9–13 oleh Fadela Nur Jannah, kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya, Sang Surya, dan Mars ‘Aisyiyah bersama tim paduan suara Parasaka.
Nuansa budaya turut mewarnai prosesi wisuda melalui penampilan Tari Kreasi “Tari Akar Asa” dari UKM Tari Unisa Surakarta.
Tarian tersebut menggambarkan filosofi mahasiswa yang mampu tumbuh tinggi karena memiliki akar nilai moral, doa, dan karakter yang kuat.
Wakil Rektor I Unisa Surakarta, Tri Susilowati, S.Kep., Ns., M.Kep., dalam laporan akademiknya menyampaikan seluruh wisudawan Sarjana Keperawatan dinyatakan lulus berdasarkan Surat Keputusan Rektor Nomor 00862/A2-AK/KEP/2026. Sebagian besar lulusan juga berhasil meraih predikat cumlaude.
Prosesi inti kemudian berlangsung melalui pemindahan tali kucir toga dan penyerahan ijazah oleh rektor serta dekan Fakultas Ilmu Kesehatan.
Setelah pelantikan, para lulusan mengucapkan janji setia alumni yang dipimpin Moh. Achnaf Hadyan Al Husain, S.Kep.
Salah satu momen paling menyentuh hadir saat wisudawan terbaik I, Desy Natalia Mismat, S.Kep., menyampaikan pidato perpisahan.
Mahasiswi asal Gorontalo yang beragama non-Muslim itu mengaku awalnya sempat ragu kuliah di kampus Muhammadiyah-‘Aisyiyah.
“Sebagai seorang perantau dan non-Muslim, awalnya ada keraguan di hati saya. Namun hari ini saya bersaksi, Unisa Surakarta tidak hanya memberikan saya ilmu, tetapi telah menjadi rumah. Di kampus ini, saya belajar bahwa kasih sayang dan nilai kemanusiaan jauh melampaui sekat-sekat perbedaan agama maupun suku,” ungkap Desy penuh haru.
Suasana emosional kembali pecah ketika para wisudawan mempersembahkan lagu untuk orang tua.
Lagu “Bunda” dibawakan Melina, S.Kep., kemudian disusul “Titip Rindu Buat Ayah” oleh Triyan Aditya, S.Kep. Banyak wisudawan tampak memeluk orang tua mereka sambil menahan air mata.
Kehangatan suasana semakin terasa lewat pemutaran film dokumenter “Kaleidoskop Story of Students” serta penyerahan kenang-kenangan alumni kepada rektor oleh Meli Nur Atika Putri, S.Kep.
Rektor Unisa Surakarta, Rahmawatie Ratna Budi Utami, S.Kep., Ns., M.Kep., menegaskan profesi perawat bukan sekadar kemampuan klinis, tetapi juga panggilan kemanusiaan.
“Menjadi perawat bukan hanya tentang keterampilan klinis, tetapi juga tentang hati, empati, adab, dan pengabdian. Dunia hari ini membutuhkan tenaga kesehatan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga manusiawi,” ujarnya.
Pesan serupa juga disampaikan Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Surakarta, Dr. Mahasri Shobahiya, M.Ag.
Ia mengingatkan para lulusan agar tetap memegang teguh nilai keislaman dan kemanusiaan di tengah tantangan era digital yang semakin kompetitif.
Dalam wisuda tersebut, Unisa Surakarta juga memberikan penghargaan kepada tiga lulusan terbaik dengan IPK tertinggi 3,92, yakni:
- Desy Natalia Mismat, S.Kep. (Terbaik I)
- Meli Nur Atika Putri, S.Kep. (Terbaik II)
- Apridika Ajeng Kartika, S.Kep. (Terbaik III)
Prosesi wisuda ditutup meriah melalui penampilan lagu “Tabola Bale” dan flash mob interaktif yang melibatkan wisudawan, tamu undangan, hingga jajaran pimpinan universitas. Acara kemudian diakhiri doa bersama yang dipimpin Ust. Imam Muqoyyad, M.Ag.
Melalui Wisuda ke-IX ini, Universitas ‘Aisyiyah Surakarta kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak tenaga kesehatan profesional yang unggul, inklusif, berkarakter, dan siap mengabdi untuk masyarakat.(*)
Editor : Nur Pramudito