RADARSOLO.COM - Rentetan intimidasi diterima sejumlah mahasiswa UIN Raden Mas Said Solo, terkait kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan dosen F.
Sebelumnya, intimidasi diterima N, karena ikut mengunggah pemberitaan kasus tersebut ke media sosial (medsos).
Paling gres, intimidasi dialami P, yang tak lain korban dugaan pelecehan.
P mengaku mendapat pesan direct message (DM) dari akun anonim di Instagram.
DM tersebut berisi tekanan, victim blaming (respons sosial di mana korban korban suatu tindak kejahatan atau kekerasan justru disalahkan atas kejadian yang menimpa mereka), hingga upaya menggiring opini terhadap korban.
P mengaku menerima pesan tersebut pada Senin malam (24/5) melalui Instagram.
Dalam pesan itu, pengirim yang menggunakan akun Ell Biru menyinggung proses penyidikan dan mempertanyakan dirinya untuk memberikan kesaksian bukti kasus yang sedang berjalan.
Baca Juga: Dosen Predator FEBI UIN Solo Dinonaktifkan, Kembali Ancam Korban Ungkit Nilai Matkul Tidak Lulus
Namun, isi pesan kemudian berkembang menjadi narasi yang menyudutkan korban.
“Ada yang DM aku, bilangnya kalau aku dihubungi penyidik, diminta kesaksian buat membuktikan kasusnya. Dia juga bilang kalau dosen itu punya anak perempuan, bawa-bawa dosa dan karma,” ujar P, Selasa (26/5).
P mengaku heran karena pengirim anonim tersebut mengetahui informasi yang cukup detail terkait dosen yang dilaporkan.
Menurutnya, hal itu justru membuat dirinya merasa semakin tertekan sebagai korban.
“Terus blundernya lagi, dia bilang juga punya anak perempuan. Loh kok bisa sedetail itu taunya. Aku pun juga bingung, kok malah aku sebagai korban yang mau dilaporin,” imbuhnya.
Tak hanya itu, P juga menerima pesan lain yang menuding dirinya memperoleh kelulusan tanpa melalui ujian sebagaimana mestinya.
Baca Juga: SPEK-Ham Sarankan Mahasiswi UIN Solo Korban Dosen Prdator Untuk Cari Pendampingan Di Luar Institusi
Ia membantah tudingan tersebut dan menyebut narasi itu sebagai bentuk memutarbalikkan fakta.
“Ada juga DM yang masuk, mengira aku lulus tanpa ujian. Dibilang saling memanfaatkan. Padahal aku berani sumpah kalau tetep diuji, tapi dosen itu memutar balikkan fakta. Sekarang aku malah dapat ancaman kayak gitu,” sesalnya.
Ancaman terhadap korban ini menambah daftar intimidasi yang muncul, setelah kasus dugaan kekerasan seksual yang dilakukan dosen UIN Solo berinisial F ramai diperbincangkan publik.
Baca Juga: Sema FEBI Sorot Kinerja Satgas UIN Solo, 13 Korban Pelecehan Seksual Dosen Belum Dapat Pendampingan
Sebelumnya, N, mahasiswa yang mengunggah ulang informasi kasus itu di media sosial, juga mengaku mendapat ancaman dari akun anonim yang menyebut identitas pribadi hingga mengancam nilai akademiknya.
“Di DM itu dia langsung menyertakan nama, NIM, dan fakultas aku. Dia nggak mau kalau kasusnya diramaikan. Sampai ngancem nilai aku dan mau nyebar dokumentasiku katanya,” ujar N, Senin (25/5). (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto