Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Inovasi ORBIT-7, Drone AI Karya Siswa MAN 1 Solo untuk Rekonstruksi Kecelakaan Lalu Lintas

Alfida Nurcholisah • Jumat, 29 Mei 2026 | 17:00 WIB
ORBIT-7, drone berbasi AI yang membantu proses rekonstruksi kecelakaan lalu lintas dan deteksi fatalitas korban. (DOK. PRIBADI).
ORBIT-7, drone berbasi AI yang membantu proses rekonstruksi kecelakaan lalu lintas dan deteksi fatalitas korban. (DOK. PRIBADI).

RADARSOLO.COM - Tingginya angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Indonesia menjadi perhatian serius, terutama selama proses penanganan korban di lokasi kejadian.

Keterlambatan analisis kondisi korban dan sulitnya akses menuju lokasi, sering membuat penanganan darurat kurang optimal.

Inilah yang mendasari siswa MAN 1 Solo ciptakan ORBIT-7, drone berbasis AI.

Inovasi drone ini dikembangkan Azfa Farid Hidayah, Muhammad Haidar Asyraf, dan Ridho Aghnaridzki Nubiandana.

Baca Juga: UNS Loloskan 3.624 Maba Jalur SNBT

ORBIT-7 dirancang sebagai drone dengan remote control, yang mampu menganalisis kondisi korban kecelakaan melalui kamera yang terhubung langsung dengan sistem berbasis web.

Azfa menjelaskan, ide pembuatan ORBIT-7 muncul setelah mereka melihat banyak kasus kecelakaan di Solo.

Termasuk pengalaman salah seorang teman mereka, yang mengalami kecelakaan namun terlambat mendapat pertolongan karena orang di sekitarnya takut membantu.

Baca Juga: Atasi Cupet Anggaran Renovasi Sekolah Rusak Di Solo, Bisa Kolaborasi Pendanaan 

“Awalnya kami melihat kasus kecelakaan di Solo cukup banyak. Ada juga teman yang kecelakaan dan orang-orang lama menolong karena takut. Dari situ kami mencoba membuat drone ini,” jelas Azfa, kemarin (29/5).

Secara teknis, ORBIT-7 bekerja dengan menangkap citra korban menggunakan kamera.

Data visual tersebut kemudian diproses oleh sistem kecerdasan buatan untuk menganalisis kemungkinan kondisi korban, seperti luka, posisi tubuh, hingga indikasi patah tulang atau tertimpa benda tertentu. 

Hasil analisis langsung muncul pada website ORBIT-7, beserta lokasi drone pada peta digital.

“Misalnya korban tertimpa motor atau pohon, drone ini bisa membantu deteksi dini kondisi korban. Sehingga penanganan awal bisa lebih cepat,” katanya.

Saat ini, jangkauan efektif drone dalam mendeteksi korban baru 15 meter. Sebab alat tersebut masih berada pada tahap pengembangan dan uji coba.

Meski demikian, Azfa dkk telah menguji beberapa titik. Seperti Jalan Ahmad Yani, Jalan Kolonel Sugiyono, dan Ring Road Mojosongo.

Selama pengujian, mereka menggunakan simulasi dengan objek manusia dalam berbagai kondisi.

Baca Juga: Jadwal Lengkap SPMB SD Dan SMP Di Solo, H-1 Calon Murid Masih Bisa Ubah Pilihan

Mulai dari telentang, mengalami pendarahan, hingga tertimpa benda tertentu. Hasilnya, sistem mampu mendeteksi kondisi tersebut setelah melalui beberapa tahap penyempurnaan.

“Awalnya, deteksinya belum lengkap karena masih banyak error. Tapi setelah uji coba kedua dan ketiga, hasilnya lebih presisi,” jelasnya.

Kendala terbesar dalam pengembangan ORBIT-7, yakni pada tahap pemrograman dan sinkronisasi sistem drone dengan website agar dapat bekerja secara real-time. Namun, Azfa dkk optimistis inovasi ini bisa terus dikembangkan.

Ke depan, Azfa dkk berharap ORBIT-7 bisa dimanfaatkan rumah sakit maupun tim penyelamat, untuk membantu proses deteksi awal korban kecelakaan. Sehingga penanganan medis menjadi lebih cepat dan efisien.

“Harapannya, alat ini bisa membantu rumah sakit dan petugas dalam mendeteksi kondisi korban kecelakaan secara lebih cepat,” bebernya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#man 1 solo #ai #kecelakaan lalu lintas #korban kecelakaan #drone