RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menempatkan jalur afirmasi sebagai instrumen penting untuk menjaga akses pendidikan bagi kelompok rentan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Jalur ini diprioritaskan bagi keluarga kurang mampu, anak panti asuhan, yatim piatu, hingga penyandang disabilitas agar tidak tertinggal dalam persaingan masuk sekolah negeri.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo Dwi Ariyatno mengatakan, kelompok rentan sengaja diberikan kesempatan lebih awal dalam proses penerimaan peserta didik baru.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan mereka tetap memiliki peluang memperoleh layanan pendidikan yang layak dan terjangkau.
Baca Juga: TKA dan Rapor Syarat Mutlak Jalur Prestasi SPMB SMA Dan SMK Negeri Di Solo Raya
Menurutnya, jalur afirmasi diperuntukkan bagi keluarga yang masuk kategori desil 1 hingga desil 4 dalam basis data kesejahteraan sosial.
Selain itu, pemerintah juga memberikan prioritas kepada anak-anak yang tinggal di panti asuhan maupun yatim piatu.
“Kelompok tersebut perlu mendapat prioritas di sekolah negeri karena berkaitan dengan kemampuan pembiayaan pendidikan dan kebutuhan akses sekolah yang lebih terjangkau. Dengan bersekolah di lokasi yang dekat dengan tempat tinggal atau tempat pengasuhan, biaya pendidikan dapat diminimalkan,” ujarnya, Senin (1/6).
Baca Juga: Jadwal Lengkap SPMB SD Dan SMP Di Solo, H-1 Calon Murid Masih Bisa Ubah Pilihan
Tak hanya itu, penyandang disabilitas juga menjadi kelompok yang mendapat perhatian khusus melalui jalur afirmasi.
Namun, penempatan peserta didik dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan sekolah dalam memberikan layanan pendidikan inklusif.
Dwi menjelaskan, tidak semua sekolah memiliki fasilitas dan sumber daya pendukung yang memadai, termasuk keberadaan guru pendamping khusus.
“Tidak semua sekolah memiliki guru pendamping. Karena itu kami carikan sekolah yang memang sudah terstandar dan siap mendampingi peserta didik disabilitas agar proses pembelajaran berjalan optimal,” katanya.
Dalam pelaksanaan SPMB 2026, jalur prestasi menjadi tahap pertama yang dibuka pada 2-5 Juni 2026.
Setelah itu, jalur afirmasi dimulai melalui proses pendaftaran akun dan verifikasi berkas pada 8-11 Juni 2026.
Menurut Dwi, pembukaan lebih awal tersebut bukan tanpa alasan.
Baca Juga: Mau Masuk SMP Negeri Favorit di Karanganyar? Simak Jadwal SPMB dan Daftar Sekolahnya
Pemerintah ingin memberi kesempatan lebih luas bagi peserta didik dari kelompok prioritas agar memiliki beberapa peluang seleksi sebelum jalur domisili dibuka.
“Kuota afirmasi ini memang didahulukan supaya mereka mempunyai kesempatan berkali-kali. Kelompok ini layak diprioritaskan agar tidak sampai kehilangan akses pendidikan,” ujarnya.
Ia mencontohkan, di sejumlah sekolah yang berada di kawasan dengan jumlah keluarga kurang mampu cukup tinggi, kuota afirmasi kerap tidak mampu menampung seluruh pendaftar.
Sebab itu, peserta yang belum lolos masih dapat mengikuti seleksi melalui jalur domisili sehingga peluang diterima tetap terbuka.
Adapun komposisi kuota SPMB 2026 di Kota Solo terdiri atas jenjang PAUD dengan kuota domisili 95 persen dan mutasi 5 persen. Untuk jenjang SD, kuota domisili sebesar 70 persen, afirmasi 25 persen, dan mutasi 5 persen.
Sementara pada jenjang SMP, kuota dibagi menjadi 45 persen domisili, 25 persen afirmasi, 25 persen prestasi, dan 5 persen mutasi.
Melalui skema tersebut, disdik berharap tidak ada anak usia sekolah yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi, kondisi sosial, maupun hambatan fisik.
“Tujuannya agar seluruh anak memiliki kesempatan yang adil untuk mengakses pendidikan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing,” ujar Dwi. (alf/bun)
Editor : fery ardi susanto