RADARSOLO.COM - SMKN 7 Solo kembali mengadakan Gelar Karya yang ke-5, sebagai bagian dari Penilaian Sumatif Akhir Tahun (PSAT), Selasa (2/6).
Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk menampilkan hasil belajar melalui proyek sesuai konsentrasi keahlian masing-masing, mulai dari perhotelan, kuliner, desain komunikasi visual, broadcast, pariwisata, hingga pelayanan sosial.
Kepala SMKN 7 Solo Sugeng Prihanto menjelaskan, penilaian berbasis proyek dipilih karena kompetensi yang dibutuhkan dunia industri tidak cukup diukur hanya melalui tes tertulis.
Dengan kegiatan ini diharapkan siswa dapat menunjukkan kemampuan yang telah dikuasai sekaligus melatih komunikasi dan kerja sama tim.
Baca Juga: SPMB SD Dan SMP Jalur Afirmasi Di Solo Dibuka Lebih Awal, Prioritaskan Kelompok Rentan
"Anak-anak menunjukkan kompetensi yang sudah dicapai selama belajar. Harapannya mereka lebih siap memasuki dunia kerja setelah lulus," ujarnya.
Sugeng memaparkan, saat ini sekitar 12,5 persen lulusan atau sekitar 60 siswa di sekolahnya telah terserap di dunia industri sebelum lulus, terutama di bidang perhotelan, food and beverage (FnB), dan ritel.
"Melalui gelar karya ini, siswa tidak hanya menunjukkan keterampilan teknis, tetapi juga belajar bekerja dalam tim, memecahkan masalah, dan membangun kesiapan menghadapi dunia kerja," imbuhnya.
Baca Juga: Hasil TKA SMP 2026 Kota Solo, Empat Siswa Raih Nilai Matematika Sempurna
Ia juga menjelaskan, salah satu rangkaian kegiatan yang menjadi perhatian adalah lomba making bed dan towel art yang diikuti sembilan SMK se Solo Raya dengan konsentrasi perhotelan.
Meski gelar karya telah rutin dilaksanakan selama beberapa tahun, kompetisi ini disebut baru pertama kali digelar.
Ketua Konsentrasi Keahlian Perhotelan SMKN 7 Solo Albertus Bayu Pinongko mengatakan, kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk hotel exhibition untuk meningkatkan motivasi siswa sekaligus menjadi bagian dari penilaian PSAT.
"Setelah gelar karya ini siswa masih harus melakukan presentasi. Yang ditampilkan meliputi pelayanan perhotelan hingga K3LH," katanya.
Sementara itu di bidang kuliner, siswa menampilkan berbagai produk makanan hasil praktik selama satu semester.
Ketua Kompetensi Keahlian Kuliner Flaviana Sri Wihartinah mengatakan, gelar karya dilaksanakan sesuai tingkatan kelas.
Siswa kelas XI tidak hanya membuat produk kuliner, melainkan kewirausahaan. Mulai dari menghitung biaya produksi hingga menentukan harga jual.
Baca Juga: SD UMS Global Citizen Hadir Di Kartasura Sukoharjo, Tonjolkan Pendidikan Dasar Modern
Sementara kelas X fokus pada penguasaan teknik dasar memasak dan pengolahan bumbu.
Salah seorang siswa dari kelas X jurusan Kuliner 3 Aprilia Karunia menampilkan menu fish steak yang telah dipersiapkan sehari sebelumnya.
Meski telah melakukan uji coba, ia masih menemukan beberapa evaluasi pada hasil akhir masakannya.
"Masih ada yang perlu diperbaiki seperti saus yang terlalu kental dan plating yang kurang berwarna. Tapi dari situ kami belajar untuk lebih baik lagi," jelasnya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto