Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Hasil Seleksi SMP PK Solo, 150 Siswa Lolos Dengan IQ Tertinggi Tembus 136

Alfida Nurcholisah • Rabu, 3 Juni 2026 | 18:04 WIB
Orang tua siswa melihat pengumuman penerimaan siswa SMPN PK Solo, Rabu (3/6). (M IHSAN/RADAR SOLO)
Orang tua siswa melihat pengumuman penerimaan siswa SMPN PK Solo, Rabu (3/6). (M IHSAN/RADAR SOLO)

 

RADARSOLO.COM - Pemerintah Kota Solo resmi mengumumkan hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Negeri Program Khusus (PK).

Dari total 418 pendaftar, hanya 150 siswa yang dinyatakan diterima untuk belajar di SMPN 24 dan SMPN 25 Solo. 

Program ini digadang-gadang menjadi model transformasi pendidikan negeri dengan kurikulum dan metode pembelajaran yang berbeda dari sekolah reguler.

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo Tarno mengatakan, jumlah pendaftar terdiri atas 314 calon siswa dari dalam kota dan 104 dari luar kota.

Baca Juga: Kebut Renovasi SMP Program Khusus Solo, Respati: Harus Selesai Agustus 2026

Seluruh peserta telah mengikuti rangkaian seleksi yang meliputi tes psikologi berupa pengukuran IQ dan ketahanan belajar, wawancara orang tua, serta tes kesamaptaan yang berlangsung pada 20-26 Mei.

"Hasil dari ketiga seleksi tersebut kemudian direkomendasikan dan diranking berdasarkan nilai prestasi kumulatif yang terdiri dari nilai tes kemampuan akademik (TKA) dan tes psikologi," ujar Tarno, Rabu (3/6).

Baca Juga: Bingung Bikin Akun Dan Daftar SPMB 2026, Panitia Di SMAN 1 Sukoharjo Buka Layanan Pendampingan

Dari 418 pendaftar, masing-masing sekolah akan menerima 75 siswa. Dengan demikian total hanya 150 siswa yang berhasil lolos ke SMP PK.

Wali Kota Solo Respati Ardi menyebut, hasil seleksi menunjukkan kualitas peserta yang cukup tinggi dilihat dari nilai IQ dan hasil TKA.

"Dari hasil seleksi nilai IQ tertinggi 136 dan nilai rata-rata para siswa mencapai 112. Selain itu nilai TKA tertinggi 190 dari 200. Sedangkan rata-rata TKA yang sekolah di sini 160," ujar Respati.

Ia menegaskan, sekolah program khusus ini juga disiapkan dengan sumber daya terbaik.

Sebanyak 22 dari 1.000 guru dipilih dengan potensi terbaik untuk mengajar di SMPN 24 dan SMPN 25.

Respati menyebut sekolah program khusus ini sebagai "sekolah anomali" karena menerapkan konsep pembelajaran yang berbeda.

Sistem yang digunakan adalah moving class, di mana siswa berpindah kelas sesuai mata pelajaran yang diikuti.

Tema dan desain ruang belajar juga akan disesuaikan dengan karakter setiap mata pelajaran.

Baca Juga: SPMB SD Dan SMP Jalur Afirmasi Di Solo Dibuka Lebih Awal, Prioritaskan Kelompok Rentan

"Saya sangat berharap ini bisa menjadi perubahan dari transformasi pendidikan sekolah negeri di Kota Solo. Mungkin dulu sekolah ini menjadi pilihan terakhir, tetapi hari ini saya pastikan bapak ibu tidak salah menyekolahkan anaknya di SMP PK," katanya.

Ia juga menjanjikan berbagai peluang bagi para lulusan nantinya, mulai dari persiapan masuk sekolah unggulan seperti SMA Taruna Nusantara, SMA Pradita Dirgantara, hingga SMA Garuda.

Selain itu, lulusan juga akan difasilitasi untuk mengikuti seleksi beasiswa pendidikan gratis di Singapura melalui program ASEAN Scholarship.

Baca Juga: Uji Kompetensi Siswa SMK Lewat Gelar Karya

Bagi orang tua yang anaknya belum diterima, Pemkot Solo membuka kanal aduan untuk memberikan penjelasan terkait hasil seleksi. Menurut Respati, banyak peserta dari kelompok desil 1, 2, dan 3 yang memiliki kemampuan intelektual tinggi sehingga perlu mendapatkan akses pendidikan berkualitas.

"Dari desil 1, 2, 3 banyak murid yang IQ-nya tinggi. Ini yang perlu kita jaga. Mereka berhak mengenyam pendidikan yang baik. Pendidikan yang baik belum tentu pendidikan yang mahal, tetapi pendidikan yang berkualitas," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang wali murid Indira Cahya Priyaswari mengatakan, bersyukur anaknya berhasil lolos dengan nilai prestasi kumulatif (NPK) tertinggi kedua, yakni 319,33.

Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena sang anak merupakan seorang yatim.

Baca Juga: Hasil TKA SMP 2026 Kota Solo, Empat Siswa Raih Nilai Matematika Sempurna

"Anak saya yatim, tetapi Alhamdulillah diberikan kepintaran dan keahlian. Semoga bisa mengangkat derajat orang tua," katanya.

Rasa syukur juga disampaikan orangtua Gabriella Neyza Nugraha, siswa SDN Sumber 6 yang diterima di SMPN 24 Solo.

 Ia mengaku tidak menyangka bisa lolos seleksi yang sangat kompetitif.

"Ini awal yang baik untuk masuk SMP. Di luar ekspektasi kami karena sudah berusaha semaksimal mungkin dan hasilnya hanya bisa berdoa. Ternyata lolos. Setelah ini saya akan berusaha lebih baik lagi," ungkapnya. (alf/bun)

Editor : fery ardi susanto
#smp program khusus #hasil seleksi smp pk solo #SMP PK