Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Luluskan 54 Siswa, Angkatan Pertama TKA SD Muhammadiyah PK Kottabarat Raih Rata-rata Nilai 80,96, Luncurkan Buku Karya Sendiri

Alfida Nurcholisah • Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:47 WIB
Prosesi wisuda angkatan ke-21 SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta di The Sunan Hotel Solo, Sabtu (13/6/2026). (M. IHSAN/RADAR SOLO)
Prosesi wisuda angkatan ke-21 SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta di The Sunan Hotel Solo, Sabtu (13/6/2026). (M. IHSAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM-Sebanyak 54 siswa kelas VI SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta mengikuti prosesi wisuda angkatan ke-21 yang diselenggarakan di The Sunan Hotel Solo, Sabtu (13/6/2026).

Dalam momentum kelulusan ini, pihak sekolah menekankan keseimbangan antara capaian nilai akademik dengan penguatan aspek karakter, akhlak, serta nilai kejujuran siswa.

Kepala SD Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta Nursalam mengungkapkan, lulusan tahun ini merupakan kelompok generasi pertama di sekolahnya yang menempuh instrumen Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Baca Juga: Pesantren Ramadan Di SD Muhammadiyah PK Kottabarat Diikuti 166 Siswa

Hasil evaluasi mencatatkan capaian dengan perolehan rata-rata nilai sekolah di angka 80,96.

Selain itu, para siswa turut meluncurkan buku karya kolektif sebagai wujud implementasi program gerakan literasi.

"Anak-anak ini adalah angkatan pertama yang mengikuti TKA, tetapi hasilnya sangat luar biasa," kata Nursalam. 

"Namun yang lebih penting, kami tidak hanya melihat sisi akademis. Pada wisuda ini mereka juga meluncurkan buku karya mereka sendiri sebagai bentuk pengembangan literasi," imbuhnya.

Nursalam menjelaskan, pencapaian para murid disokong oleh program pendampingan intensif sejak awal tahun ajaran.

Pihak sekolah mengintegrasikan peran orang tua dalam pemetaan kemampuan literasi dan numerasi anak.

Baca Juga: SD Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta Raih Anugerah Pendidikan Radar Solo 2025: Top Smart School and Digital Learning

Melalui hasil pemetaan tersebut, sekolah menerapkan zonasi kemampuan siswa yang dibagi ke dalam kategori warna merah, kuning, dan hijau, disertai program sarapan pagi serta agenda uji coba (try out) rutin setiap bulan.

"Kami selalu menyampaikan kepada orang tua bahwa perkembangan anak itu dinamis. Bisa jadi bulan ini masih kategori kuning, tetapi bulan depan sudah naik ke hijau. Yang kami bangun adalah semangat berusaha dan terus berkembang," jelas Nursalam.

Di sisi penguatan spiritual, pihak sekolah menginisiasi kolaborasi pembelajaran daring, doa bersama, hingga pembiasaan program khusus bernama tahajud call untuk melatih kedekatan ruhani peserta didik.

"Khusus untuk siswa perempuan, kami tekankan agar tetap berkomitmen menjaga jilbab dan akhlaknya. Lulus SD bukanlah akhir perjalanan, tetapi tangga awal menuju kesuksesan berikutnya," tambah Nursalam.

SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta menginisiasi kolaborasi pembelajaran daring, doa bersama, hingga pembiasaan program khusus bernama tahajud call untuk melatih kedekatan ruhani peserta didik. (M IHSAN/RADAR SOLO)
SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta menginisiasi kolaborasi pembelajaran daring, doa bersama, hingga pembiasaan program khusus bernama tahajud call untuk melatih kedekatan ruhani peserta didik. (M IHSAN/RADAR SOLO)

Berdasarkan data sekolah, dari total 54 alumni tahun ini, sekitar 76 persen di antaranya memilih untuk melanjutkan jenjang pendidikan ke SMP Muhammadiyah Program Khusus, sedangkan sisanya tersebar ke sekolah negeri dan pondok pesantren.

Direktur Perguruan Muhammadiyah Kottabarat Surakarta Muhammad Ali menegaskan bahwa ekosistem sekolah harus diposisikan sebagai wadah edukasi kolektif yang melibatkan sinergi antara siswa, tenaga pendidik, serta orang tua murid.

"Sekolah hari ini harus menjadi ruang untuk tumbuh bersama. Bukan hanya anak-anak yang belajar, tetapi orang tua dan guru juga belajar bersama menghadapi berbagai persoalan kehidupan," kata Muhammad Ali.

Baca Juga: 13 Tahun Dapur Mandiri SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Jaga Gizi dan Karakter Siswa

Ali memaparkan historis sekolah yang pada tahun 2006 sempat menempati peringkat kedua di Kota Solo sebelum akhirnya berkembang menjadi sekolah unggulan.

Menurutnya, fondasi utama untuk mempertahankan reputasi institusi di mata publik terletak pada penanaman nilai kejujuran yang konsisten kepada para anak didik sejak dini.

"Bagi kami, kepercayaan adalah hal paling mahal dalam hidup. Dan fondasi dari kepercayaan itu adalah kejujuran. Karena itu kami ingin lulusan SD Muhammadiyah PK Kottabarat menjadi generasi yang menjunjung tinggi kejujuran di mana pun mereka berada," pungkas Ali. (alf)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#wisuda angkata ke-21 #sd muhammadiyah pk kottabarat surakarta #tahajud call #nilai tka #luncurkan buku