RADARSOLO.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Batch 3 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kenalkan mainan tradisonal congklak di Malaysia. Tepatnya di Sanggar Bimbingan (SB) Kelana Jaya, Jumat (5/6).
Permainan ini dikenalkan kepada murid dan orang tuanya, sebagai upaya melestarikan kekayaan budaya Indonesia di tengah kehidupan diaspora.
Program ini digagas dua mahasiswa UMS, yakni Dhini Hilyati (Prodi Studi Ilmu Gizi) dan Asrofi Noor Masithoh (Prodi Keperawatan).
“Kami ingin anak-anak di sini tetap terhubung dengan akar budaya Indonesia, meskipun mereka tinggal di luar negeri. Congklak adalah salah satu cara yang menyenangkan untuk mengenalkan budaya kita kepada generasi muda,” ujar Dhini.
Baca Juga: Mahasiswa UNS Ciptakan Sonic Fire Seal, Alat Pemadam Api Berbasis Gelombang Suara Frekuensi Rendah
Kegiatan dimulai dengan sesi pengenalan singkat mengenai sejarah permainan congklak. Setelah itu, anak-anak mencoba bermain secara berkelompok.
Suasana belajar berlangsung penuh keceriaan. Para murid tampak antusias dan bersemangat mengikuti setiap instruksi yang diberikan.
Meski belum pernah mengenal congklak, mereka dengan cepat memahami aturan permainannya.
Baca Juga: Link Daftar Ulang UM CBT UGM 2026, Cek Aturan Lengkap Berkas UKT dan Jadwal Registrasinya
“Anak-anak sangat antusias dan cepat belajar. Mereka tidak hanya bermain, tetapi juga bertanya dari mana asal permainan ini. Itu yang membuat kami senang dan bangga,” sambung Asrofi.
Sebagai catatan, SB Kelana Jaya merupakan salah satu lembaga pendidikan non-formal yang menjadi mitra KKN Internasional UMS di Malaysia.
Sanggar ini menampung anak-anak dari keluarga pekerja migran Indonesia yang bermukim di Kelana Jaya.
Keberadaan sanggar bimbingan ini menjadi jembatan penting bagi anak-anak diaspora Indonesia, agar tetap mendapatkan akses pendidikan dan pembinaan karakter yang baik.
“Saya melihat anak-anak sangat senang. Mereka jadi tahu dan mengenal budaya Indonesia lewat permainan tradisional yang seru,” beber pengelola SB Kelana Jaya Syaiba. (fer)
Editor : fery ardi susanto