RADARSOLO.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mulai mengkaji penerapan kurikulum berstandar internasional, untuk mendukung pengembangan SMP Program Khusus (PK).
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari transformasi pendidikan, agar meluluskan siswa yang bisa bersaing di SMA unggulan nasional, hingga meraih jalur beasiswa luar negeri.
Wali Kota Solo Respati Ardi menjelaskan, kajian dilakukan bersama Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI).
Sebagai catatan, yayasan ini berpengalaman dalam implementasi kurikulum berbasis International Baccalaureate (IB) di sekolah unggulan.
Baca Juga: Tak Cukup Belajar di Kelas, Mahasiswa Didorong Jadi Pelaku Bisnis Pangan
Nantinya YKPBI akan menjadi mitra dalam perencanaan dan pendampingan.
Menurut Respati, penguatan SMP PK sangat penting. Sebab sudah banyak SMA unggulan yang menerapkan standar pendidikan internasional.
“Kami menyiapkan SMP unggulan ini supaya murid-muridnya bisa masuk ke SMA unggulan. YKPBI membuat pendampingan sampai perencanaan ke depan, termasuk kurikulum dan sumber-sumber pendanaan tanpa membebani orang tua murid,” kata Respati, Selasa (16/6).
Baca Juga: Dolanan Tradisional Congklak Go Internasional, Dikenalkan Mahasiswa UMS Ke Malaysia
Meski demikian, penerapan kurikulum internasional masih dalam kajian.
“Ini bisa dibilang pra-IB. Impiannya, pendidikan di Solo sudah standar internasional namun biayanya tetap terjangkau. Pendidikan berkualitas tidak boleh mahal,” tegasnya.
Direktur Pendidikan YPKBI Dewi Amri menjelaskan, penyusunan konsep SMP PK diawali dengan pemetaan kurikulum yang telah berjalan. Ditunjang dengan kemampuan tenaga pendidik di sekolah.
“Karena kontekstualitas itu sangat penting. Jadi, kami tidak memasukkan murni kurikulum baru, tetapi berangkat dari apa yang dimiliki sekolah,” bebernya.
Selain kurikulum, juga akan memetakan kompetensi guru sebagai dasar penyusunan program peningkatan kapasitas tenaga pendidik.
Menurutnya, penguatan bahasa Inggris dan matematika harus mendapat perhatian khusus.
“Kebanyakan SMA unggulan sudah menggunakan standar internasional. Jadi, bahasa Inggris dan matematika ini sangat penting,” ujarnya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto