RADARSOLO.COM – Karnaval budaya bertajuk “Srawung Seni” hiasi kawasan Balai Kota Solo, Rabu pagi (17/6).
Ajang ini diikuti 1.050 siswa SD Pangudi Luhur Santo Timotius Solo, menandai penutup tahun ajaran 2025/2026.
Tak asal jalan kaki ikut karnaval, para siswa tampil totalitas dengan mengenakan beragam kostum tokoh pewayangan.
Sebagian lainnya terlihat mengenakan baju adat nusantara. Di barisan depan, siswa membawa gunungan berisi peralatan sekolah.
“Keceriaan ini yang mestinya selalu disajikan. Anak-anak harus diberi ruang berekspresi sekaligus media belajar,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo Dwi Ariyatno mengapresiasi karnaval budaya tersebut.
Kepala SD Pangudi Luhur Solo Marsono menambahkan, karnaval budaya dipilih karena sejalan dengan karakter sekolah.
“Memang ciri khas sekolah kami adalah menguatkan budaya tradisi. Kalau biasanya karnaval hanya diikuti perwakilan, kali ini seluruh siswa dilibatkan,” jelasnya.
Baca Juga: Ancang-Ancang Selipkan Kurikulum Internasional Di SMP Program Khusus Solo
Setelah karnaval budaya, dilanjutkan pentas tari masal yang menampilkan hasil pembelajaran seni selama satu semester.
“Harapannya, anak-anak gembira dan semakin percaya diri. Semakin mengenal budaya. Karena di Solo, sehingga budaya tradisi harus tetap menjadi salah satu hal yang dikuatkan,” ujarnya.
Sementara itu, siswa kelas V Aloysus Gonjaka Junaaraya tampil mengenakan kostum Hanoman Merah.
Dia mengaku senang mendapat kesempatan memerankan tokoh tersebut. Apalagi karakter Hanoman dinilai sesuai dengan kepribadiannya.
“Saya orangnya suka bercanda, jadi cocok dengan karakter Hanoman. Menurut saya, kegiatan seperti ini merupakan salah satu upaya melestarikan budaya. Kami bisa praktik menari dan memakai kostum tokoh pewayangan,” bebernya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto