Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Gelar Wayang Kulit Multilayar Tiga Bahasa, SMAN 8 Solo Wadahi Bakat Seni Siswa

Tri wahyu Cahyono • Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:23 WIB
Pagelaran Wayang Kulit Multilayar Spektakuler bertajuk "Cinta di Tengah Anala" di SMAN 8 Solo, Jumat (19/6/2026) malam. (LUTFIANA/RADAR SOLO)
Pagelaran Wayang Kulit Multilayar Spektakuler bertajuk "Cinta di Tengah Anala" di SMAN 8 Solo, Jumat (19/6/2026) malam. (LUTFIANA/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM- SMA Negeri 8 Solo menyelenggarakan Pagelaran Wayang Kulit Multilayar Spektakuler bertajuk "Cinta di Tengah Anala" di halaman sekolah, Jumat (19/6/2026) malam.

Agenda ini digelar sebagai wadah bagi para siswa untuk menyalurkan sekaligus mengembangkan potensi bakat di bidang seni tradisional, khususnya seni karawitan dan pedalangan.

Baca Juga: Hebat! Siswa SMPN 21 Solo Kebangkan EWS Banjir Secara Otodidak, Sudah Dicoba Di Sungai Bengawan Solo

Pertunjukan yang dimulai pada pukul 19.00 WIB ini merupakan hasil kolaborasi dari Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.

Berikutnya Sanggar Seni Sekar Laras Mapan, serta pihak SMA Negeri 8 Surakarta.

Kepala SMA Negeri 8 Solo Sukarno menjelaskan, pihak sekolah melihat adanya potensi besar yang dimiliki oleh anak didik dalam bidang seni karawitan, pedalangan, hingga seni sinden.

Sebab itu, sekolah berkomitmen memberikan ruang agar kemampuan tersebut terus terasah.

“Ini merupakan ruang yang sangat berharga bagi anak-anak SMA Negeri 8 Solo untuk menyalurkan minat dan bakat mereka, khususnya yang berkaitan dengan seni tradisional dan budaya lokal,” katanya.

Sukarno berharap jalinan kerja sama strategis dengan ISI Surakarta dapat terus berlanjut secara berkesinambungan di masa depan.

SMA Negeri 8 Solo diproyeksikan dapat bertransformasi menjadi sekolah mitra.

Baca Juga: Pendaftar Afirmasi Membeludak, Kuota SPMB di Solo Dialihkan ke Domisili 

Sekaligus laboratorium pengembangan untuk berbagai kegiatan seni dan budaya lokal.

Pementasan wayang ini menyajikan konsep pertunjukan yang berbeda melalui integrasi teknologi multilayar.

Selain itu, penyajian dialog dan narasi dikemas dalam tiga bahasa sekaligus.

Yaitu bahasa Indonesia, bahasa Jawa, dan bahasa Inggris.

Ini sebagai langkah taktis mendekatkan seni tradisional kepada generasi muda

Baca Juga: SMPN 21 Solo Perkuat Branding Kebudayaan Lewat Gelar Karya Bengawan

Dosen Pedalangan ISI Surakarta Halintar Cokro Patnomo memaparkan bahwa pementasan ini merupakan pelaksanaan perdana yang mengombinasikan kontribusi dari empat elemen struktural kebudayaan secara simultan.

Terkait aspek cerita, tim pengarah memilih lakon pertunjukan Rama dan Sinta.

“Kami memilih cerita yang relatif lebih dikenal oleh pelajar agar mereka lebih mudah mengenal dunia wayang,” ujar Halintar.

Gelaran wayang kulit hasil kolaborasi dari Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, sera Sanggar Seni Sekar Laras Mapan, dan pihak SMA Negeri 8 Solo. (LITHFIANA/RADAR SOLO)
Gelaran wayang kulit hasil kolaborasi dari Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, sera Sanggar Seni Sekar Laras Mapan, dan pihak SMA Negeri 8 Solo. (LITHFIANA/RADAR SOLO)

Ditambahkannya, pemilihan tema romantis sengaja diterapkan karena dinilai memiliki kedekatan dengan realitas kehidupan remaja, sehingga efektif memicu atensi mereka terhadap dunia seni pedalangan.

Seluruh tim pengrawit (pemain musik gamelan) dalam pagelaran ini diisi oleh siswa aktif SMA Negeri 8 Solo.

Sementara untuk posisi dalang, pertunjukan mengombinasikan kolaborasi antara siswa dan alumni sekolah.

Proses persiapan dan latihan intensif untuk menyukseskan pementasan ini berlangsung dalam kurun waktu sekitar 20 hingga 25 hari. (lutfiana)

 

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#sma negeri 8 solo #wayang kulit multilayar #Potensi Siswa #seni tradisional