RADARSOLO.COM – Sebanyak 57 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) didampingi empat dosen pembimbing resmi diterima untuk melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) di Kabupaten Karanganyar.
Acara penerimaan berlangsung di ruang anthurium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Senin (22/6/2026).
Guru Besar Fakultas Geografi UGM, Prof. Suratman mengatakan program KKN kali ini mengusung konsep pembangunan desa yang terintegrasi.
Mahasiswa diharapkan dapat belajar dari seluruh aktivitas masyarakat desa sekaligus memberikan kontribusi nyata.
”Program yang diangkat antara lain terkait integrated farming, pengelolaan sampah, serta bagaimana membangun desa melalui program-program yang terintegrasi dengan pembangunan desa,” ujarnya.
Ia menambahkan, setiap kelompok KKN diharapkan memiliki program unggulan atau grand design sesuai potensi desa masing-masing, seperti pengembangan desa wisata maupun program berbasis potensi lokal lainnya.
Baca Juga: SPMB 2026 Masuk Tahapan Daftar Ulang, SMA Di Solo Lebih Tertib, SMK Agak Padat
Menurutnya, UGM sebagai universitas nasional yang berlandaskan Pancasila, kerakyatan, perjuangan, dan pusat kebudayaan, juga dikenal sebagai “universitas ndeso” yang memiliki komitmen kuat dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Adapun dua kecamatan yang jadi lokasi KKN yakni Kecamatan Jatiyoso dan Kecamatan Ngargoyoso. Di Kecamatan Jatiyoso, lokasi KKN meliputi Desa Wonorejo dan Desa Beruk.
Sementara di Kecamatan Ngargoyoso, mahasiswa akan melaksanakan program di Desa Ngargoyoso dan Desa Segorogunung.
Baca Juga: Cara Cek Batas Desil DTSEN yang Berhak Menerima Bansos PKH dan BPNT 2026 di Situs Kemensos
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperida) Kabupaten Karanganyar, Dwi Cahyono menyampaikan, dua kecamatan yang menjadi lokasi KKN memiliki potensi luar biasa.
”Kami berharap teman-teman mahasiswa dapat memanfaatkan waktu selama dua bulan dengan sebaik-baiknya untuk menggali potensi yang ada dan memberikan kontribusi bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga berpesan agar mahasiswa berhati-hati selama menjalankan KKN mengingat kondisi geografis wilayah yang berada di kawasan pegunungan.
Baca Juga: Cium Aroma Korupsi MBG, Kejari Sragen Pelototi 117 Titik SPPG
”Ketika mengenakan jas almamater UGM, ada tanggung jawab moral yang harus dijaga. Lakukan hal-hal positif dan berikan kesan yang baik bagi masyarakat,” pesannya. (rud/adi)
Editor : Adi Pras