RADARSOLO.COM – Pemkot Solo mulai mempersiapkan penerapan kurikulum internasional di SMP Program Khusus (PK). Program tersebut ditargetkan mulai diadopsi pada tahun ajaran 2026/2027 yang dimulai Juli mendatang.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo Dwi Ariyatno mengatakan, persiapan penerapan kurikulum internasional saat ini dilakukan bersama Yayasan Pendidikan Kader Bangsa Indonesia (YPKBI). Lembaga tersebut dipilih karena memiliki pengalaman dalam pengelolaan layanan pendidikan berbasis kurikulum internasional.
Baca Juga: Empat SDN di Karanganyar Nihil Pendaftar, Disdikbud Berdalih Berada di Wilayah Pinggiran
“YPKBI digandeng oleh Pak Wali Kota karena memiliki pengalaman dalam manajemen penyelenggaraan layanan pendidikan dengan kurikulum internasional,” ujarnya, Kamis (24/6).
Menurut Dwi, YPKBI akan mendampingi dinas pendidikan dalam menyiapkan standar pembelajaran, sistem pengelolaan, hingga penguatan kualitas sumber daya pendidik yang dibutuhkan untuk mendukung penerapan kurikulum tersebut.
Selain menyiapkan aspek akademik, Pemkot Solo juga melengkapi sarana dan prasarana pendidikan di SMP Program Khusus agar sesuai dengan kebutuhan pembelajaran berbasis standar internasional.
Baca Juga: ASN Tak Senonoh Perekam SPG di Solo Jadi Tersangka, Ini Motifnya
“YPKBI akan mendampingi kami menyiapkan standar kurikulum internasional. Juli nanti sudah masuk tahun ajaran baru, sehingga kurikulum internasional mulai diadopsi pada tahun ajaran 2026/2027,” kata Dwi.
Rencana penerapan kurikulum internasional di SMP Program Khusus mulai dibahas sejak pertengahan Juni 2026 melalui kajian bersama YPKBI. Program tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkot Solo untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat daya saing lulusan di tingkat nasional maupun internasional.
Wali Kota Solo Respati Ardi sebelumnya menyatakan pengembangan SMP Program Khusus diarahkan untuk menyiapkan siswa agar mampu bersaing masuk SMA unggulan tingkat nasional serta membuka peluang memperoleh beasiswa pendidikan ke luar negeri.
“Kami menyiapkan ini supaya siswanya bisa masuk ke SMA unggulan. Kita buat perencanaan ke depan, mulai dari kurikulum hingga sumber pendanaan yang tidak membebani orang tua murid,” ujarnya.
Pemkot Solo memastikan penyusunan kurikulum dan skema pendanaan program tersebut dilakukan dengan tetap mempertimbangkan akses pendidikan yang terjangkau bagi masyarakat. (ves)
Editor : Kabun Triyatno