RADARSOLO.COM – Kota Solo sedang krisis ratusan guru. Jumlahnya mencapai 250 guru, yang tersebar di berbagai sekolah.
Mengatasi kendala tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo menggandeng Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS).
Rencananya, 170 alumni Program Profesi Guru (PPG) FKIP UNS akan diplot sebagai guru magang di sekolah-sekolah negeri.
Kepala Disdik Kota Solo Dwi Ariyatno menjelaskan, persoalan pemenuhan sumber daya manusia (SDM) pendidikan menjadi salah satu isu penting yang dibahas dalam Konferensi Kerja PGRI Kota Solo, Rabu (24/6).
Baca Juga: Sementara Setop Regrouping, Disdik Kota Solo Fokus Benahi Sekolah Rusak Dan SDM
Menurut Dwi, kebutuhan guru di Solo terus meningkat. Seiring banyaknya tenaga pendidik yang memasuki masa pensiun. Disdik mencatat rata-rata 35-40 guru pensiun setiap bulan.
“Kalau dihitung sampai akhir tahun, kekurangan guru karena pensiun mencapai 250 orang. Ini harus segera dicarikan solusi. Karena yang paling utama dalam layanan pendidikan adalah keberadaan guru,” jelas Dwi.
Solusinya, akan diterjunkan 170 alumni PPG FKIP UNS untuk magang.
Nantinya mereka akan diterjunkan sebagai guru pendamping pembelajaran, untuk mengisi kekosongan guru yang terjadi sejak Januari-Juli.
Baca Juga: SMP Program Khusus Solo Mulai Adopsi Kurikulum Internasional Tahun Ajaran 2026/2027
“Mereka sudah punya bekal kompetensi. Nanti kami berikan kesempatan untuk magang sebagai guru pendamping pembelajaran, di bawah bimbingan guru-guru senior yang ada di sekolah,” imbuhnya.
Melalui program itu, para alumni PPG akan memperoleh pengalaman mengajar secara langsung di satuan pendidikan. Sementara sekolah mendapatkan tambahan tenaga untuk membantu proses pembelajaran.
Selain itu, Pemkot Surakarta juga menyiapkan kompensasi berupa biaya transportasi bagi para peserta magang.
Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam membantu mengatasi kekurangan guru.
Sementara itu, Wakil Ketua II PGRI Jawa Tengah Sri Suciati mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemkot Solo dalam mengatasi persoalan kekurangan guru.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan PGRI di Kota Solo selama ini berjalan sangat baik.
Berbagai persoalan pendidikan selalu dikomunikasikan bersama sehingga dapat segera ditemukan solusi.
Baca Juga: Puluhan Lansia Di Solo Diwisuda, Bukti Usia Bukan Hambatan Untuk Belajar
“PGRI Kota Surakarta ini termasuk yang membanggakan. Konferensi kerjanya tepat waktu, administrasinya tertib, dan yang paling penting sinergitas dengan pemerintah kota sangat bagus,” ujarnya selesai menghadiri acara.
Sri mengatakan persoalan kekurangan guru saat ini tidak hanya terjadi di Solo, tetapi hampir di seluruh daerah di Indonesia.
Karena itu berbagai upaya yang dilakukan pemerintah daerah untuk menjaga kualitas layanan pendidikan layak mendapatkan apresiasi.
“Ini salah satu upaya yang patut diapresiasi. Pemerintah Kota Surakarta tidak tinggal diam dan terus mencari solusi agar layanan pendidikan tetap berjalan dengan baik,” pungkasnya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto