RADARSOLO.COM — Penerapan literasi digital di lingkungan sekolah yang belum optimal mendorong sekelompok mahasiswa untuk mengambil langkah nyata.
Tim KKN Eminence Loop yang beranggotakan para mahasiswa dari Program Studi Sains Data, Fakultas Teknologi Informasi dan Sains Data Universitas Sebelas Maret (UNS), menggelar aksi pengabdian masyarakat berupa workshop edukasi teknologi di SMP Negeri 10 Solo.
Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini didukung melalui skema hibah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Baca Juga: Atasi Krisis Guru Di Solo, 170 Alumni PPG FKIP UNS Magang Di Sekolah Negeri
Kegiatan tersebut digagas oleh delapan mahasiswi, yakni Desinta Maheswari, Dewi Puspita Sari, Graciella Paskalin, Isna Nurul Fatatik, Izlah Nur Fadlila Herawati Prihasno, Kezia Jazzlyn Arianto, Nadia Puspita Adinda, dan Siti Salsabila Maryanto.
Jalannya program ini juga berada di bawah arahan langsung dosen pembimbing, Muhammad Fahmy Nadhif SKom, MT.
Workshop ini dirancang sebagai sarana untuk menanamkan pemahaman mendalam mengenai konsep dasar Artificial Intelligence (AI).
Tidak hanya itu, para peserta juga dibekali cara mengintegrasikan AI dalam proses belajar-mengajar, serta etika penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.
Baca Juga: FSRD UNS Dorong Penguatan Identitas Visual Masjid Agung Surakarta untuk Wisata Religi
Maksimalkan Fitur AI
Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa adopsi teknologi kecerdasan buatan oleh tenaga pendidik masih memerlukan ruang pengembangan lebih lanjut.
Supriyanto, Bagian Kurikulum SMPN 10 Solo, memaparkan bahwa selama ini para guru cenderung baru memanfaatkan AI untuk keperluan administratif saja, seperti menyusun Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) serta merangkum materi ajar.
Fitur-fitur canggih lainnya yang mampu mendongkrak kualitas interaksi di kelas dinilai belum dieksplorasi secara optimal.
Untuk mengatasi ketimpangan tersebut, tim KKN menyediakan dua jenis modul panduan yang disesuaikan dengan target sasaran:
Modul Khusus Guru: Berfokus pada instruksi praktis pemanfaatan Google NotebookLM sebagai instrumen pendukung edukasi, teknik perancangan perintah atau prompting yang efektif, norma etika pemanfaatan AI, hingga prosedur keamanan proteksi data pribadi.
Modul Khusus Siswa: Membedah pengenalan konsep fundamental teknologi AI, tata cara prompting yang benar dan akurat, etika penggunaan teknologi, serta edukasi mengenai pentingnya memagari data pribadi saat berselancar menggunakan piranti cerdas AI.
Eksplorasi NotebookLM dan ChatGPT
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi bagi guru maupun siswa.
Pada tahapan ini, tim KKN mengupas tuntas teori dasar AI, metode eksekusi prompt, peragaan langsung, hingga koridor etika perlindungan data pribadi.
Baca Juga: Ubah Limbah Jadi Berkah, KKN UNS Kelompok 70 Ajarkan Siswa SDN 1 Kaliabu Bertanam Hidroponik Kreatif
Sebagai parameter evaluasi pemahaman, sesi sosialisasi ini diperkaya dengan ruang diskusi kelompok, kuis interaktif, sesi tanya jawab, serta ditutup dengan pengisian umpan balik atau feedback dari para peserta.
Setelah pondasi teori cukup, materi tersebut diimplementasikan secara riil melalui sesi praktik langsung pada pertemuan berikutnya.
Pada sesi guru, peserta mendapatkan pendampingan intensif untuk mengoperasikan platform Google NotebookLM.
Guru diajarkan cara mengolah bahan ajar mentah menjadi aneka ragam media instruksional interaktif, mulai dari ringkasan padat, kuis interaktif, peta konsep, lembar presentasi (slide), hingga visualisasi video pembelajaran.
Sementara itu, pada sesi terpisah untuk siswa, peserta diajak melakukan praktik langsung menggunakan ChatGPT.
Anak-anak dilatih menerapkan teknik prompting yang efektif guna menyaring informasi yang akurat dalam mendukung proses belajar mandiri.
Baca Juga: Mahasiswa UNS Ciptakan Sonic Fire Seal, Alat Pemadam Api Berbasis Gelombang Suara Frekuensi Rendah
Tuai Antusiasme dan Apresiasi Positif
Sepanjang sesi, antusiasme yang tinggi terpancar jelas dari para peserta.
Jenar, salah satu siswa kelas 7 SMPN 10 Solo, membagikan pengalaman berkesannya setelah mengikuti pelatihan edukasi AI tersebut.
"Seru banget, kakaknya jelasin rinci dan detail, membuat saya paham tentang AI," ungkap Jenar.
Pernyataan senada juga datang dari tenaga pendidik.
Edwin, guru Agama Kristen di SMPN 10 Solo menyampaikan, pembekalan materi literasi AI dan aplikasi NotebookLM yang disuguhkan mahasiswa sangat membantu kelancaran aktivitas transfer ilmu di dalam kelas.
"Literasi AI dan NotebookLM sangat membantu dalam pembelajaran karena sangat inovatif, sehingga menarik fokus anak-anak dalam menerima materi pembelajaran karena tidak monoton ceramah guru," urai Edwin.
Melalui pelaksanaan program pengabdian ini, Tim KKN Eminence Loop UNS berharap agar civitas akademika SMPN 10 Solo ke depannya mampu mendayagunakan teknologi AI sebagai mitra pendukung ekosistem pembelajaran yang andal.
Selain itu, pemahaman kuat mengenai batasan etika dan regulasi keamanan data diharapkan dapat membentengi mereka, sehingga sekolah mampu mengambil peran strategis dalam transformasi digital di sektor pendidikan nasional.
Editor : Syahaamah Fikria