RADARSOLO.COM - Kuota program Sekolah Kemitraan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kota Solo belum sepenuhnya terisi.
Sejumlah sekolah swasta yang ditunjuk sebagai mitra pemerintah masih menyisakan kursi, meski pendaftaran jalur afirmasi telah berakhir.
Panitia SPMB SMA Muhammadiyah 2 Solo Judin mengungkapkan, sekolahnya mendapat jatah 36 kursi untuk program kemitraan.
Namun hingga proses daftar ulang selesai, Kamis (25/6), baru tujuh siswa yang dipastikan masuk.
Baca Juga: Segera Bekerja, 170 Guru Magang Lulusan PPG FKIP UNS Per Hari Digaji Rp 75 Ribu
Jumlah tersebut berasal dari delapan pendaftar yang lolos seleksi, tetapi satu siswa tidak melakukan daftar ulang.
“Kuotanya 36 siswa, yang mendaftar delapan dan yang daftar ulang tujuh siswa,” ujarnya, Kamis (25/6).
Meski belum memenuhi kuota, jumlah tersebut meningkat dibanding tahun lalu. Pada pelaksanaan program kemitraan 2025, sekolah ini hanya menerima empat siswa dari jalur yang sama.
Menurut Judin, seluruh siswa program kemitraan akan mendapatkan fasilitas yang sama dengan siswa reguler. Bahkan sekolah menggratiskan seluruh kebutuhan pendidikan selama tiga tahun masa belajar.
“Semuanya gratis. Buku gratis, seragam gratis, sampai kebutuhan tertentu seperti kacamata juga kami fasilitasi. Selama tiga tahun tidak dipungut biaya,” katanya.
Sekolah tidak membedakan layanan maupun proses pembelajaran antara siswa kemitraan dan siswa reguler. Di SMA Muhammadiyah 2 bahkan membebaskan biaya seragam bagi siswa afirmasi sekolah kemitraan.
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di SMK Bhinneka Karya (BK) Solo.
Admin SPMB Afirmasi SMK BK Solo Riyanto Sugeng Widodo mengatakan kuota 36 siswa yang diberikan pemerintah sempat terisi penuh saat pengumuman hasil seleksi.
Namun hingga tahapan daftar ulang, baru 34 siswa yang mengonfirmasi kehadiran karena dua siswa memilih mengundurkan diri.
Sekolah kini menunggu penetapan peserta cadangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Alhamdulillah tahun ini peminat sekolah kemitraan lebih banyak dari desil 1 sampai 3. Tahun lalu hanya lima siswa, sekarang kuotanya 36 dan saat pengumuman terisi semua, meskipun ada dua calon yang masih menunggu karena masuk cadangan,” ujarnya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo