Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Mahasiswa UMS Bikin Obat Semprot Untuk Luka Diabetes Agar Tidak Diamputasi, Dilirik Perusahaan Kosmetik Malaysia

Alfida Nurcholisah • Jumat, 26 Juni 2026 | 15:40 WIB
MoriFresh, nanospray untuk perawatan lukan infeksi diabetes karya mahasiswa UMS. (DOK. PRIBADI)
MoriFresh, nanospray untuk perawatan lukan infeksi diabetes karya mahasiswa UMS. (DOK. PRIBADI)

RADARSOLO.COM - Luka infeksi diabetes (ulkus diabetik) membutuhkan perhatian medis serius, karena berpotensi infeksi menyebar, jaringan membusuk, hingga risiko amputasi.

Tapi tenang, ulkus diabetik bisa diobati dengan MoriFresh bikinan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

MoriFresh merupakan sebuah inovasi berbentuk nanospray.

Dibuat dari ekstrak daun kelor dan mimba, yang ampuh membantu perawatan luka diabetes dengan mudah.

Baca Juga: Peminat Kuliah Di UMS Tembus 20 Ribu, Pendidikan Dokter Jadi Daya Tarik

Inovasi tersebut bikinan tim yang dikomandani mahasiswa Program Studi (Prodi) Psikologi UMS Muhammad Raihan Arrasyid. Digawangi Taqiyyah Nurul 'Azzah (Fisioterapi), Irfan Malik Tamroini (Pendidikan Agama Islam), Hanin Shohwati Muthi'ah dan Sri Kusuma Dewi (Farmasi), serta Alfa Utami (Psikologi).

Saking ampuhnya, MoriFresh mengantarkan UMS meraih medali emas ajang MIDS 2026 di Malaysia, belum lama ini.

Rasyid menjelaskan, MoriFresh lahir dari keprihatinan terhadap tingginya kasus luka diabetes yang kerap berujung komplikasi serius. Terutama ulkus diabetik, yang menjadi salah satu penyebab utama amputasi.

Produk MoriFresh membawa mahasiswa UMS meraih medali emas ajang MINDS 2026 di Malaysia. (DOK. PRIBADI)
Produk MoriFresh membawa mahasiswa UMS meraih medali emas ajang MINDS 2026 di Malaysia. (DOK. PRIBADI)

“Daun mimba ini mempercepat penutupan luka. Kemudian daun kelor sebagai antibakteri. Jadi, selain membantu membersihkan bakteri, produk ini juga mempercepat proses penyembuhan luka infeksi diabetes,” jelas Rasyid, Jumat (26/6).

Rasyid menambahkan, teknologi nanospray dipilih karena optimal menjangkau pori-pori kulit. Sehingga efektivitas penyembuhan luka cukup tinggi.

“Ukuran partikel nano lebih kecil, sehingga penyerapannya optimal. Sejauh yang kami ketahui, nanospray berbahan daun kelor dan daun mimba untuk luka diabetes masih sangat jarang ya. Bahkan kami belum menemukan produk serupa,” imbuhnya.

Berdasarkan kajian literatur yang dilakukan tim, perawatan luka diabetes masih menghadapi berbagai tantangan.

Mulai dari infeksi berulang, keterbatasan layanan, hingga meningkatnya resistensi antimikroba.

Kondisi tersebut mendorong Rasyid dkk untuk menghadirkan alternatif pengobatan berbasis bahan alami, yang lebih aman dan terjangkau.

Daun kelor diketahui mengandung senyawa fenolik, flavonoid, dan tanin yang memiliki aktivitas antioksidan serta antibakteri.

Sementara daun mimba mengandung terpenoid, limonoid, saponin, azadirachtin, dan nimbin yang mempercepat penyembuhan luka, sekaligus menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyebab infeksi.

Baca Juga: Dolanan Tradisional Congklak Go Internasional, Dikenalkan Mahasiswa UMS Ke Malaysia

Menariknya, pengembangan MoriFresh juga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Rasyid dkk menggunakan platform pemodelan molekuler Boltz-2, untuk memetakan interaksi senyawa bioaktif daun kelor terhadap protein target bakteri penyebab infeksi luka.

“Pendekatan tersebut membantu validasi potensi efektivitas bahan aktif, sebelum tahap uji lab dan uji klinis,” beber Rasyid.

Dalam prosesnya, tiap anggota tim memiliki tugas sesuai bidang keahlian. Mahasiswa psikologi dan fisioterapi menangani administrasi, penyusunan proposal, sponsor, hingga koordinasi lomba.

Mahasiswa PAI bertanggung jawab pada desain, dokumentasi, presentasi, serta komunikasi berbahasa Inggris.

Sedangkan mahasiswa farmasi fokus pada riset, formulasi, pengujian laboratorium, dan pengembangan produk. Saat ini MoriFresh masih berada pada tahap prototipe.

“Kami menargetkan pengembangan selanjutnya. Meliputi uji antimikroba in vitro, pengujian keamanan, optimalisasi formulasi, studi stabilitas produk, pengujian praklinis, standardisasi senyawa bioaktif, hingga produksi skala pilot sebelum memasuki tahap uji klinis,” paparnya.

Sementara itu, MoriFresh ternyata bikin Kursani Technology kepincut. Perusahaan kosmetik di Malaysia itu berminat menjalin kerja sama dalam pengembangan dan komersialisasi MoriFresh.

“Harapan kami, inovasi ini tidak berhenti sampai di sini. Masih banyak pengujian yang harus dilakukan agar produk semakin matang. Kami juga ingin terus mengembangkan riset ini dan membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak,” ujar Rasyid. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#ulkus diabetik #luka diabetes #morifresh #daun kelor #UMS