RADARSOLO.COM – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melalui Sekolah Vokasi menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional bertajuk "Penguatan Resiliensi Anak Pekerja Migran Indonesia Tanpa Status Hukum Melalui Pelatihan Pengasuh."
Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (16/6/2026) secara hybrid dan merupakan bagian dari program hibah pengabdian internasional Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS dengan nomor kontrak 461/UN27.22/PT.01.03/2026.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Tim dosen SV UNS dengan komunitas The Bestie Taiwan dan jejaring mitra Taiwan.
Sebelum pelaksanaan kegiatan utama, tim pelaksana melakukan koordinasi intensif bersama dengan ketua Komunitas The Bestie Taiwan untuk menyepakati platform webinar, jadwal, dan pembagian peran fasilitator.
Dalam pelaksanaannya, tim pengabdi dari UNS mengikuti kegiatan secara daring, sementara peserta dan mitra The Bestie mengikuti kegiatan secara luring.
Penyampaian materi menggunakan media disertai sesi diskusi interaktif untuk menggali pengalaman langsung para pengasuh.
Baca Juga: Kuota Sekolah Kemitraan SPMB 2026 Di Solo Masih Longgar, Cabdin VII Jateng: Minat Masyarakat Rendah
Ketua tim pengabdian, Anis Laela Megasari, S.Tr.Kep.,M.Tr.Kep dari Program Studi Keperawatan Anestesiologi Sekolah Vokasi UNS menyampaikan, kegiatan ini menyasar kelompok yang selama ini kurang mendapat perhatian.
”Pengasuh adalah faktor pelindung terdekat bagi anak-anak PMI. Kehadiran satu orang dewasa yang konsisten dan responsif terbukti mampu membuat perbedaan besar dalam perkembangan anak khususnya untuk anak PMI. Investasi pada kapasitas pengasuh adalah investasi langsung pada resiliensi anak,” ujar Anis.
Kegiatan ini turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan kesehatan mental anak, SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui perlindungan kelompok migran rentan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi lintas negara antara UNS dan mitra Taiwan.
Baca Juga: FSRD UNS Dorong Penguatan Identitas Visual Masjid Agung Surakarta untuk Wisata Religi
Melalui program ini, tim pengabdian berharap penguatan kapasitas pengasuh dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya dalam bentuk pelatihan pengetahuan, tetapi juga pendampingan praktik pengasuhan berbasis trauma melalui supervisi berkala.
Dalam jangka panjang, kegiatan ini diharapkan berkontribusi pada peningkatan kualitas pengasuhan dan perlindungan psikososial bagi anak-anak PMI tanpa status hukum di lembaga perlindungan diaspora. (*/adi)
Editor : Adi Pras