Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

SPMB Online SMP Jalur Domisili Di Solo Sudah Dibuka, Banyak Ortu Bingung Dan Salah Unggaj

Alfida Nurcholisah • Senin, 29 Juni 2026 | 17:23 WIB
Orang tua siswa mendampingi anaknya mendaftar SPMB 2026 jalur domisili di SMPN 10 Solo, Senin (29/6). (M IHSAN/RADAR SOLO)
Orang tua siswa mendampingi anaknya mendaftar SPMB 2026 jalur domisili di SMPN 10 Solo, Senin (29/6). (M IHSAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Hari pertama pendaftaran jalur domisili sistem penerimaan murid baru (SPMB) jenjang SMP negeri di Kota Solo, Senin (29/6), diwarnai banyaknya orang tua yang masih kesulitan menggunakan sistem pendaftaran daring.

Mulai dari salah mengunggah dokumen, keliru mengisi data administrasi, hingga belum mampu membuat akun sendiri.

Kondisi tersebut membuat sekolah membuka layanan pendampingan khusus agar proses pendaftaran tidak terkendala.

Koordinator Operator SPMB SMPN 10 Solo Sabto Wibowo mengatakan, hingga Senin (29/6) siang, sekira 60 calon peserta didik telah datang untuk melakukan verifikasi data.

Baca Juga: Pendaftar PMB UMS 2026 Naik, Tembus 22.855 Orang

Selain verifikasi, sebagian besar orang tua juga meminta bantuan membuat akun maupun mengunggah dokumen persyaratan.

"Yang paling sering terjadi itu salah unggah KK, yang diunggah hanya barcode-nya. Ada juga yang salah mengetik RT/RW atau keliru memilih kelurahan. Banyak orang tua memang masih belum terbiasa menggunakan sistem online. Bahkan ada yang diantar kakek atau nenek," ujarnya.

Menurut Sabto, sekolah sengaja membuka layanan pendampingan agar calon peserta didik tidak kehilangan kesempatan hanya karena kendala teknis.

Baca Juga: Tahun Ajaran Baru, Omzet Penjualan Seragam Sekolah Meroket Tembus Belasan Juta Sehari

Namun, apabila petugas sampai membantu proses pendaftaran sekolah tujuan, orang tua wajib menandatangani surat pernyataan.

"Kalau membuat akun atau verifikasi kami bantu. Tapi kalau sampai proses memilih sekolah dan mendaftar, orang tua harus menandatangani surat pernyataan agar tidak terjadi kesalahpahaman apabila hasil seleksi nanti tidak sesuai harapan," jelasnya.

Jalur domisili dan mutasi dibuka mulai 29 Juni hingga 2 Juli. Di SMPN 10 Surakarta tersedia kuota 114 kursi jalur domisili dan 13 kursi jalur mutasi.

Sementara jalur afirmasi telah terisi penuh sebanyak 64 siswa. Jalur prestasi hanya menyisakan satu kursi karena satu peserta tidak melakukan daftar ulang.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, seluruh calon peserta didik kini dapat memilih semua SMP negeri di Kota Solo.

Namun penentuan kelulusan tetap mengacu pada jarak domisili berdasarkan Kartu Keluarga terhadap sekolah yang dipilih.

Di sisi lain, orang tua murid masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan sistem baru tersebut.

Baca Juga: UNS Buka Layanan Kesehatan hingga Konsultasi Hukum di CFD Slamet Riyadi

Indira Yanti, warga Punggawan, mengaku proses verifikasi berjalan lancar, tetapi ia tetap harus meminta bantuan anaknya yang lebih besar agar tidak keliru saat mendaftar.

"Kalau saya masih bingung. Jalurnya banyak, jadi minta tolong anak yang sudah besar karena lebih paham teknologi," katanya.

Meski rumahnya lebih dekat dengan SMPN 10 Solo, Indira tetap memilih mendaftarkan anaknya ke SMPN 1 Solo sebagai pilihan pertama.

Baca Juga: Ribuan Kursi SMP Negeri di Boyolali Diikhlaskan Tak Terisi, SPMB Gelombang 2 Hanya Berhasil Jaring 69 Anak

"Saya tetap coba daftar di SMPN 1. Memang lebih dekat ke SMPN 10, tapi SMPN 1 kan sekolah favorit. Siapa tahu masih ada kesempatan," ujarnya.

Sebelumnya, anaknya juga sempat mengikuti jalur prestasi. Namun gagal lolos karena tidak memiliki piagam penghargaan sebagai penambah nilai.

Indira menilai banyaknya jalur penerimaan justru membuat orang tua semakin bingung. Ia bahkan berharap mekanisme jalur domisili dievaluasi.

"Saya malah berharap tidak ada jalur domisili. Banyak orang tua merasa kalah hanya karena jaraknya lebih jauh dari sekolah," ujarnya. (alf/bun)

Editor : fery ardi susanto
#spmb 2026 #jalur domisili #SMP negeri #kota solo