Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Prosedur Ribet, Helpdesk SPMB 2026 Di Solo Panen Keluhan

Alfida Nurcholisah • Selasa, 30 Juni 2026 | 17:33 WIB
Orang tua konsultasi terkait persoalan SPMB 2026 di helpdesk pemkot di Balai Kota Solo, Selasa (30/6). (M IHSAN/RADAR SOLO)
Orang tua konsultasi terkait persoalan SPMB 2026 di helpdesk pemkot di Balai Kota Solo, Selasa (30/6). (M IHSAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Memasuki hari kedua layanan helpdesk sistem penerimaan murid baru (SPMB), Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo masih dibanjiri aduan dari para wali murid.

Persoalan yang mencuat belum jauh berbeda dengan hari pertama, mulai dari kesalahan titik koordinat rumah, data domisili yang tidak sinkron, hingga kelengkapan administrasi jalur mutasi.

Bahkan, sebagian orang tua mengaku harus bolak-balik dari sekolah, helpdesk, hingga kelurahan hanya untuk menyelesaikan satu proses pendaftaran.

Salah satunya dialami Lita Zulfikar, 27. Dia mengaku harus mendatangi beberapa lokasi demi melengkapi syarat pendaftaran adiknya melalui jalur mutasi.

Baca Juga: SPMB di Sragen Tercoreng Isu Siswa Titipan via Surat Wakil Bupati

Setelah mendapat arahan dari sekolah, ia diwajibkan melakukan verifikasi di helpdesk sebelum mengurus surat domisili di kelurahan.

"Di sini baru verifikasi data. Setelah itu saya masih harus ke kelurahan mengurus surat domisili, nanti baru kembali ke sekolah untuk pendaftaran," ujarnya usai berkonsultasi di Balai Kota Solo, Selasa (30/6).

Meski menilai pelayanan petugas cukup baik, Lita berharap alur pendaftaran dibuat lebih sederhana agar tidak membingungkan masyarakat yang baru pertama kali mengikuti SPMB.

Baca Juga: Hari Pertama SPMB Online SMP di Klaten Diwarnai Website Error, Orang Tua pun Cemas

"Kalau saya baru pertama mengurus seperti ini, jadi agak bingung. Harapannya ke depan alurnya lebih sederhana," katanya.

Keluhan serupa disampaikan Sarbini, warga Tegalrejo, Jebres.

Dia bahkan harus datang untuk kedua kalinya ke helpdesk lantaran titik koordinat rumah anaknya dinilai tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Menurutnya, sistem mencatat jarak rumah anaknya ke sekolah terpaut sekitar 266 meter dibanding rumah tetangganya yang letaknya hanya berseberangan.

Perbedaan itu membuat posisi anaknya dalam jurnal seleksi berada jauh di bawah.

"Rumahnya depan saya, daftarnya juga bareng, tapi jaraknya di sistem berbeda jauh. Karena itu posisi anak saya jadi tergeser," keluhnya.

Sarbini mengaku telah melaporkan persoalan tersebut ke sekolah dan kemudian diarahkan ke helpdesk untuk memperbaiki titik koordinat. Hingga kini, ia masih menunggu proses pembaruan data.

Selain meminta perbaikan sistem pemetaan, dia juga berharap nilai tes kemampuan akademik (TKA) dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam seleksi, tidak semata-mata ditentukan oleh faktor jarak.

Baca Juga: SPMB Online 2026 Jalur Domisili Jenjang SD Di Solo Diserbu Masyarakat, Rela Antre Berjam-Jam

Kepala Bidang SMP Disdik Abi Satoto mengakui, layanan helpdesk masih didominasi persoalan teknis. Pada hari pertama saja, hampir 100 warga datang meminta bantuan.

"Kesalahan yang sering dialami yaitu salah alamat pada data Dapodik dan titik koordinat. Kemudian membetulkan jarak domisili yang dirasa tidak sesuai realita," jelasnya.

Menurut Abi, data domisili masih dapat diperbaiki selama orang tua membawa dokumen pendukung, seperti Kartu Keluarga.

Sementara untuk jalur mutasi, peserta wajib melampirkan surat keputusan penugasan yang belum genap satu tahun serta surat keterangan domisili.

"Sebagian besar kewenangan mutasi ada di sini. Walaupun sistemnya online, kalau belum memenuhi verifikasi tentu harus diperbaiki sehingga masyarakat datang berkonsultasi ke helpdesk," terangnya.

Dia menegaskan, disdik berupaya memusatkan seluruh layanan di helpdesk, mulai dari pembuatan akun, konsultasi, verifikasi hingga penyelesaian berbagai kendala administrasi.

Langkah itu dilakukan agar masyarakat tidak perlu berulang kali datang ke sekolah apabila persoalan masih bisa diselesaikan di satu tempat.

"Selama masih bisa kami layani di sini, tentu kami layani. Kasihan kalau masyarakat harus bolak-balik ke sekolah dan tempat lainnya," tegas Abi. (alf/bun)

Editor : fery ardi susanto
#spmb 2026 #helpdesk #disdik kota solo