Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Peminat SPMB 2026 Membeludak, Kursi PAUD Negeri Di Solo Ludes

Alfida Nurcholisah • Selasa, 30 Juni 2026 | 17:37 WIB
Orang tua mendaftarkan anaknya di PAUD Negeri Solo, Selasa (30/6). (ALFIDA NURCHOLISAH/RADAR SOLO)

 
Orang tua mendaftarkan anaknya di PAUD Negeri Solo, Selasa (30/6). (ALFIDA NURCHOLISAH/RADAR SOLO) 

RADARSOLO.COM - Minat masyarakat menyekolahkan anak ke PAUD negeri di Kota Solo terus meningkat pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Sejumlah sekolah bahkan sudah menutup penerimaan karena kuota penuh, sementara sekolah lainnya hanya menyisakan satu hingga beberapa kursi menjelang pengumuman hasil seleksi.

Lonjakan pendaftar terjadi hampir merata di PAUD negeri. Selain biaya pendidikan yang relatif terjangkau, status sebagai sekolah inklusi menjadi salah satu faktor yang mendorong tingginya minat masyarakat.

Kepala PAUD Negeri Solo Garuda Widadi mengatakan, kuota untuk jenjang TK B telah terpenuhi seluruhnya.

Baca Juga: Prosedur Ribet, Helpdesk SPMB 2026 Di Solo Panen Keluhan

Sementara itu, TK A hanya menyisakan dua kursi dan kelompok bermain tinggal empat kursi dari kapasitas 20 anak per rombongan belajar.

"Kuota TK B sudah penuh. Tinggal TK A kurang dua anak dan kelompok bermain kurang empat anak. Selama belum pengumuman dan kuota masih tersedia, kami tetap menerima pendaftar," ujarnya, Selasa kemarin (30/6).

Menurut Widadi, seleksi dilakukan berdasarkan usia dan domisili calon peserta didik.

Baca Juga: SPMB Online 2026 Jalur Domisili Jenjang SD Di Solo Diserbu Masyarakat, Rela Antre Berjam-Jam

Sistem pendaftaran yang masih dilakukan secara luring (offline) dinilai memudahkan sekolah melakukan verifikasi data sekaligus berkomunikasi langsung dengan orang tua.

Ia menambahkan, status PAUD Negeri Garuda sebagai sekolah inklusi turut menjadi daya tarik tersendiri.

Banyak orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK) memilih mendaftarkan anaknya di sekolah negeri karena biaya lebih terjangkau.

Jika kuota ABK telah terpenuhi, sekolah akan berkoordinasi dengan PAUD negeri lain yang masih memiliki daya tampung.

Kondisi serupa terjadi di TK Negeri Manahan. Kepala sekolah Sri Supatmi mengatakan, seluruh kuota penerimaan tahun ajaran baru telah terisi.

Kelompok A yang sebelumnya masih menyisakan tiga kursi kini sudah penuh setelah proses rekapitulasi akhir.

Sementara itu, kelompok B hanya menerima tambahan sekitar delapan hingga sepuluh peserta didik karena sebagian besar siswanya merupakan lulusan kelompok A.

Sekolah juga menerima dua peserta didik melalui jalur mutasi dari luar daerah.

"Karena pendaftarannya offline, kami bisa bertemu langsung dengan orang tua dan anak sehingga lebih memahami kebutuhan mereka sekaligus mengenalkan lingkungan sekolah," katanya.

Baca Juga: Pendaftar PMB UMS 2026 Naik, Tembus 22.855 Orang

Antusiasme yang sama juga terlihat di PAUD Negeri Merah Putih.

Kepala sekolah Harjanti menyebut, kuota jenjang TK telah habis terisi, sedangkan kelompok bermain hanya menyisakan satu kursi.

"Tahun ini peminat meningkat dibanding tahun lalu. Kalau dulu masih sulit mencari murid, sekarang kami justru harus menyeleksi berdasarkan kelompok usia," ujarnya.

PAUD Negeri Merah Putih memiliki daya tampung 120 peserta didik yang terdiri atas satu rombongan belajar kelompok bermain, dua rombongan TK A, dan tiga rombongan TK B.

Masing-masing rombongan belajar berkapasitas 20 anak.

Pengelompokan peserta didik dilakukan berdasarkan usia, yakni 3,5–4 tahun untuk kelompok bermain, 4,5–5 tahun untuk TK A, dan 5,5–6 tahun untuk TK B.

Harjanti mengakui membludaknya pendaftar menjadi tantangan tersendiri. Tak sedikit orang tua yang memprotes ketika anaknya belum memenuhi syarat usia.

Baca Juga: Tahun Ajaran Baru, Omzet Penjualan Seragam Sekolah Meroket Tembus Belasan Juta Sehari

Namun, sekolah tetap berpedoman pada ketentuan pengelompokan sesuai tahapan perkembangan anak.

"Banyak orang tua yang protes anaknya tidak diterima, tapi akhirnya kami jelaskan alur seleksinya. Tahun ini peserta membludak, ada ABK juga kami terima," ujarnya. (alf/bun)

Editor : fery ardi susanto
#spmb 2026 #tk negeri #paud negeri #kota solo