Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Miris, SDN Tegalnayu Solo SPMB 2026 Hanya Jaring Lima Murid Baru

Alfida Nurcholisah • Rabu, 1 Juli 2026 | 18:47 WIB
Halaman SDN Tegalnayu (M IHSAN/RADAR SOLO)
Halaman SDN Tegalnayu Laweyan, Solo. (M IHSAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Menjelang penutupan pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SD-SMP Kota Solo, masih ada sekolah yang jauh dari target penerimaan siswa.

Salah satunya SDN Tegalayu, Laweyan. Hingga Rabu (1/7), sekolah tersebut baru menerima lima calon murid baru atau belum sepertiga dari target satu rombongan belajar (rombel).

Kepala SDN Tegalayu Sutanto mengatakan, lima pendaftar tersebut terdiri atas tiga calon siswa jalur zonasi dan dua jalur afirmasi.

Padahal, sekolah menargetkan sedikitnya 17–18 siswa untuk satu rombel pada tahun ajaran 2026/2027.

Baca Juga: SPMB Masih Banyak Keluhan, DPRD Solo Minta Disdik Benahi Sistem Penerimaan Siswa Baru

"Per hari ini baru lima pendaftar, tiga jalur zonasi dan dua jalur afirmasi. Target kami satu rombel sekitar 17 sampai 18 siswa," ujarnya, Rabu (1/7).

SDN Tegalayu merupakan sekolah hasil regrouping dengan dua sekolah lainnya, SD Purwosari dan SDN Mangkubumen 3.

Setelah penggabungan, jumlah peserta didik yang masih aktif mencapai sekitar 85 siswa.

Baca Juga: Peminat SPMB 2026 Membeludak, Kursi PAUD Negeri Di Solo Ludes

Namun, jumlah siswa di tiap jenjang belum merata. Kelas II berisi 18 siswa, kelas III sebanyak 15 siswa, sedangkan kelas V dan VI masing-masing hanya sekitar delapan siswa.

Menghadapi minimnya peminat, sekolah telah melakukan berbagai upaya.

Selain mengusulkan perluasan wilayah zonasi hingga mencakup sebelas kelurahan.

Sekolah juga gencar melakukan promosi melalui kegiatan car free day (CFD), sosialisasi ke taman kanak-kanak (TK), hingga mengikuti kegiatan masyarakat seperti zakat dan kurban.

Meski demikian, langkah tersebut belum berdampak signifikan terhadap peningkatan jumlah pendaftar.

Untuk tahun depan, sekolah berencana menggencarkan promosi hingga tingkat RW dan karang taruna serta menggelar pentas bersama TK.

"Kami juga menambah kegiatan ekstrakurikuler, ada BTA, tari, musik, tenis meja, dan voli. Harapannya bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat," katanya.

Sutanto mengakui, sedikitnya jumlah murid juga berpengaruh terhadap besaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima sekolah karena dihitung berdasarkan jumlah peserta didik.

Baca Juga: Prosedur Ribet, Helpdesk SPMB 2026 Di Solo Panen Keluhan

Ketua Panitia SPMB SDN Tegalayu Arie Wibowo mengatakan, persaingan dengan sekolah lain menjadi salah satu penyebab rendahnya jumlah pendaftar.

Di sekitar sekolah terdapat sejumlah SD negeri mau aspun swasta yang menjadi pilihan masyarakat.

"Kalau dulu sebelum zonasi, murid kami bisa lebih dari 100. Sekarang banyak warga memilih sekolah lain, sementara yang mendaftar ke sini sebagian berasal dari kawasan sekitar Stasiun Solo Balapan," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Solo Tarno menegaskan, sekolah yang belum memenuhi kuota tetap akan menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar.

Menurutnya, jumlah siswa yang sedikit tidak menjadi alasan untuk menghentikan kegiatan belajar mengajar.

"Berapa pun siswa yang mendaftar tetap kami layani. KBM tetap berjalan meski siswanya sedikit. Tahun ini saya pantau tidak ada sekolah yang hanya mendapat satu pendaftar, SDN Kauman saja sudah ada enam pendaftar," tegasnya. (alf/bun)

Editor : fery ardi susanto
#spmb 2026 #sdn tegalnayu #krisis murid #solo