RADARSOLO.COM – Pemerintah matangkan skema pelatihan vokasi nasional (PVN) bagi lulusan SMA/SMK sederajat, sebagai upaya menekan angka pengangguran pada kelompok usia produktif.
Kebijakan tersebut mulai diterapkan pada PVN 2026 di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Surakarta.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, peserta PVN kini dibatasi untuk lulusan SMA/SMK sederajat.
Terutama yang usianya minimal 17 tahun, serta tidak sedang sekolah, kuliah, maupun bekerja.
Baca Juga: SPMB 2026, Pendaftar Sekolah Favorit Di Solo Membeludak
“Kalau dulu semua jenjang pendidikan, mulai SD sampai S3 bisa ikut pelatihan. Mulai tahun ini pelatihan vokasi nasional diprioritaskan lulusan SMA dan SMK,” jelas Pengantar Kerja BPVP Surakarta Satimin, Rabu (2/7).
Pada Batch II 2026, BPVP Surakarta yang dimulai pekan kemarin, membuka 19 program pelatihan.
Terdiri atas 14 program pelatihan berbasis kompetensi (PBK) dan lima program pelatihan berbasis blended learning (PBL). Setiap kelas diisi maksimal 16 peserta.
Baca Juga: Miris, SDN Tegalnayu Solo SPMB 2026 Hanya Jaring Lima Murid Baru
Meski ruang lingkup peserta dipersempit, minat peserta pelatihan tetap tinggi. Antusiasme peserta tidak mengalami penurunan signifikan.
“Awalnya banyak yang tanya kenapa dibatasi. Tetapi sekarang sudah mulai memahami, bahwa lulusan D3 dan S1 ada program pemagangan nasional. Jadi PVN fokus untuk lulusan SMA dan SMK. Kemudian ada pelatihan jangka lima hari bagi lulusan SD-SMP,” bebernya.
Melalui pelatihan vokasi tersebut, peserta mendapatkan keuntungan berupa uang saku setiap hari, serifikat BNSP, makan siang, hingga BPJS Ketenagakerjaan.
Sementara itu, Ketua Kejuruan Teknik Manufaktur BPVP Surakarta Puji Wiyono mengaku tingginya minat masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang melampaui kuota.
Pada program Teknik Manufaktur Batch II, sekira 40 pendaftar memperebutkan 16 kursi pelatihan.
Lulusan pelatihan manufaktur memiliki peluang kerja cukup besar. Sebab kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor industri masih tinggi.
Alumni BPVP Surakarta disebut telah bekerja di berbagai perusahaan di Solo Raya hingga luar daerah.
“Kami memperkuat kemampuan dasar peserta. Dengan bekal itu, mereka biasanya tidak membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi ketika masuk ke dunia industri," ujarnya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto