RADARSOLO.COM- Tim Program Studi (Prodi) Sosiologi UNS menggelar pelatihan perawatan dan budidaya tanaman hias krisan di Desa Wisata Nglurah, Tawangmangu, Karanganyar, Minggu (7/6/2026) di Pendopo Kelompok Petani Tanaman Hias Cempaka Arum, Desa Nglurah, Tawangmangu.
Pelatihan ini menjadi wujud pengabdian masyarakat civitas akademik perguruan tinggi agar perannya memberi dampak kepada masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bentuk realisasi pengabdian kepada masyarakat hibah grup riset (PKM-HGR UNS) di bidang dinamika sosial, ekonomi, budaya kontemporer (DSEBK).
Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini diketuai oleh Mahendra Wijaya, dengan peserta anggota Sri Hilmi Pujihartati, Drajat Tri Kantono, Rahesli Humsona, dan Yustia Atsanatrilova.
Disampaikan oleh Ketua Tim Riset Grup Prodi Sosiologi UNS Mahendra Wijaya pelatihan tersebut merupakan bentuk kegiatan pengabdian masyarakat untuk membantu pengembangan bisnis kelompok tani di Desa Wisata Nglurah Tawangmangu, dalam hal perawatan dan budidaya tanaman hias, khususnya bunga krisan.
Desa Wisata Nglurah (terkenal dengan julukan Sewu Kembang) mulai diresmikan dan dinobatkan sebagai desa wisata kebun bunga pada tahun 2001.
“Desa Nglurah memiliki 70% petani sekaligus pedagang tanaman hias. Kelompok tani yang paling menonjol adalah Kelompok Petani Tanaman Hias Cempaka Arum. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam budidaya tanaman hias, khususnya krisan," ujar Mahendra.
"Sekaligus memperkuat aspek usaha dan pemasaran, yang dapat berimbas pada peningkatan kesejahteraan anggota kelompok tani dalam berbinis tanaman hias," imbuhnya.
Menurut Mahendra, ada alasan pihaknya menunjuk Kelompok Petani Tanaman Hias Cempaka Arum, dari sejumlah kelompok tani yang ada di Desa Nglurah.
Baca Juga: FSRD UNS Teliti Potensi Visual Pawukon untuk Pengembangan Tata Pamer Museum Radya Pustaka
Yakni memiliki solidaritas tinggi antarpetani pedagang dengan visi misi kesejahteraan bersama, serta saling tolong menolong berbagai informasi seperti pemasaran, teknik budidaya, permodalan, peluang pasar dan lainnya.
Pada pelatihan tersebut, terbagi atas dua sesi kegiatan, yaitu teori dan praktik.
Materi utama disampaikan oleh Desi Setyaningrum selaku Dosen Prodi D3 Agribisnis Sekolah Vokasi UNS.
Dalam materinya, Desi menjelaskan bahwa bunga krisan merupakan komoditas florikultura yang memiliki prospek ekonomi tinggi dan masih banyak diimpor.
Budidaya bunga krisan memiliki peluang bisnis cukup tinggi karena tingginya tingkat diversifikasinya. Tidak hanya dapat dijadikan bunga potong, namun bisa juga jadi tanaman pot dan minuman teh.
“Krisan berasal dari wilayah subtropis seperti China, namun kondisi iklim tropis Indonesia justru memberikan keuntungan karena memungkinkan produksi sepanjang tahun," terangnya.
"Desa Nglurah memiliki kondisi lingkungan yang sesuai untuk pengembangan krisan, meskipun masih terdapat tantangan berupa intensitas pencahayaan yang relatif rendah,” lanjut Desi.
Tidak hanya mengenai potensi bisnis budidaya krisan, turut disampaikan materi mengenai teknik proses budidaya, teknik pengembangbiakan, teknik tanam, teknik penyiraman, teknik pemupukan, pengendalian hama penyakit, proses pasca panen, dan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, ditambahkan materi pula tentang analisis usaha tani, yang disampaikan oleh Cahyaningtyas Putri Suhita selaku Dosen Prodi D3 Agribisnis Sekolah Vokasi UNS.
Dia menekankan pada pentingnya adaptasi terhadap berbagai platform pemasaran digital dan pencatatan keuangan usaha secara teratur.
Menurutnya, pencatatan biaya produksi dan kebutuhan budidaya menjadi dasar penting dalam menentukan harga jual yang kompetitif dan menguntungkan.
Setelah sesi materi teori, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke greenhouse milik Kelompok Petani Tanaman Hias Cempaka Arum, untuk praktik langsung penanaman serta budidaya krisan.
Para petani cukup aktif mencermati setiap tahapan yang dijelaskan dan mencatat berbagai informasi penting yang disampaikan narasumber. (*)
Editor : Tri Wahyu Cahyono