Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

ISI Surakarta Kembangkan Wayang Kancil Berbasis Animasi Digital sebagai Model Pendidikan Ekoteologi bagi Dalang Anak

Tri wahyu Cahyono • Sabtu, 4 Juli 2026 | 19:50 WIB
ISI Surakarta melalui Tim Program PISN Tahun Pendanaan 2026 menghadirkan inovasi pengembangan seni pedalangan melalui pementasan Wayang Kancil Lakon "Jagad Garing" Berbasis Animasi Digital sebagai Model Pendidikan Ekoteologi bagi Dalang Anak di Balai Cakra Kembang, Desa/Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jumat (3/7/2026).
ISI Surakarta melalui Tim Program PISN Tahun Pendanaan 2026 menghadirkan inovasi pengembangan seni pedalangan melalui pementasan Wayang Kancil Lakon "Jagad Garing" Berbasis Animasi Digital sebagai Model Pendidikan Ekoteologi bagi Dalang Anak di Balai Cakra Kembang, Desa/Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jumat (3/7/2026).

RADARSOLO.COM-Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta melalui Tim Program Pengabdian kepada Masyarakat Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) Tahun Pendanaan 2026 menghadirkan inovasi pengembangan seni pedalangan.

Yaitu melalui pementasan Wayang Kancil Lakon "Jagad Garing" Berbasis Animasi Digital sebagai Model Pendidikan Ekoteologi bagi Dalang Anak.

Baca Juga: Kiprah Pangeran Joyokusumo, Bangsawan Keraton Surakarta Pendiri Kokar yang Menjadi Cikal Bakal ISI Surakarta

Kegiatan yang digelar pada Jumat (3/7/2026) di Balai Cakra Kembang, Desa/Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar ini merupakan implementasi program pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia melalui Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) Tahun Pendanaan 2026.

Pementasan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, komunitas seni, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam mengembangkan model pendidikan berbasis seni budaya yang responsif terhadap isu pelestarian lingkungan.

Melalui perpaduan seni pewayangan tradisional dan teknologi animasi digital, program ini menghadirkan pendekatan baru dalam menanamkan nilai-nilai ekoteologi kepada generasi muda.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar Hendro Prayitno, S.H., M.M., yang mewakili Pemerintah Kabupaten Karanganyar. 

Dalam sambutannya, Hendro menyampaikan apresiasi kepada Tim PISN ISI Surakarta atas lahirnya inovasi seni yang mampu mengintegrasikan pelestarian budaya, pendidikan karakter, pemanfaatan teknologi digital, dan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Turut hadir pula Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Karanganyar yang diwakili oleh Dr. Agung Respati, S.Sos., S.H., M.Si., M.M.

Camat Jaten, jajaran Pemerintah Desa Jaten, Tim PISN ISI Surakarta yang terdiri atas Dr. Jiyanto, S.Pd.I., M.Pd.I.

Baca Juga: ISI Surakarta Dorong Inovasi Industri Kreatif Pendidikan Melalui Program PISN: Kembangkan Mebel Sekolah Anak Di Klaten

Berikutnya Sri Harti, S.Sn., M.Sn; Bimo Kuncoro, S.Sn., M.Sn; Dr. Anung Rachman, ST., M.Kom. 

Akbar Fisabilillah, Ahmad Ganendra, dan Pradana Panji Pamungkas.

Serta mitra pelaksana Sanggar Seni Madhangkara Ki Cahyo Kuntadi, S.Sn., M.Sn.

Pementasan juga dihadiri siswa-siswi sekolah di Kecamatan Jaten, komunitas dan sanggar seni, ratusan warga, serta disaksikan masyarakat luas melalui siaran langsung di media sosial Sanggar Seni Madhangkara.

Pementasan ini bertujuan mengembangkan model pendidikan ekoteologi melalui seni wayang tradisi yang dipadukan dengan teknologi animasi digital. (DOK.ISI SURAKARTA)
Pementasan ini bertujuan mengembangkan model pendidikan ekoteologi melalui seni wayang tradisi yang dipadukan dengan teknologi animasi digital. (DOK.ISI SURAKARTA)

Pementasan Wayang Kancil ini merupakan salah satu agenda utama dalam rangkaian Suran Kampung Wayang Desa Jaten.

Sebuah festival budaya tahunan yang berlangsung selama tujuh hari.

Festival tersebut menghadirkan berbagai pementasan wayang dengan ragam lakon dan inovasi artistik.

Serta dimeriahkan oleh bazar UMKM yang melibatkan pelaku usaha lokal sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kreatif berbasis budaya.

Baca Juga: PISN Kemendiktisaintek 2025 dari ISI Surakarta Kenalkan Kolaborasi Wayang dan Animasi

Ketua Tim PISN Tahun Pendanaan 2026, Dr. Jiyanto, S.Pd.I., M.Pd.I., menjelaskan bahwa program ini bertujuan mengembangkan model pendidikan ekoteologi melalui seni wayang tradisi yang dipadukan dengan teknologi animasi digital.

"Program ini bertujuan mengembangkan dan menerapkan model pendidikan ekoteologi berbasis seni wayang tradisi melalui inovasi lakon Wayang Kancil sebagai sarana edukasi bagi dalang anak di Sanggar Seni Madhangkara Karanganyar," bebernya. 

'Kami berharap seni tradisi tidak hanya tetap lestari, tetapi juga mampu menjadi media pembelajaran yang relevan dalam menjawab berbagai persoalan lingkungan hidup," lanjut Dr. Jiyanto.

Baca Juga: Kolaborasi Seni Tradisi dan Animasi, Ajak Ratusan Siswa Kenalkan Pertunjukan Wayang Kulit Implementasi PISN 2025 ISI Surakarta

Menurutnya, lakon "Jagad Garing" mengangkat pesan mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam, membangun hubungan yang harmonis antara manusia dan lingkungan.

Serta menanamkan kesadaran bahwa pelestarian alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual manusia.

Penyampaian pesan tersebut diperkuat melalui dukungan animasi digital sehingga lebih komunikatif dan mudah dipahami oleh anak-anak serta generasi muda.

Program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dalang anak agar tidak hanya menguasai keterampilan artistik dalam seni pedalangan.

Tim PISN ISI Surakarta yang aktif memelopori lahirnya inovasi seni. (DOK. ISI SURAKARTA)
Tim PISN ISI Surakarta yang aktif memelopori lahirnya inovasi seni. (DOK. ISI SURAKARTA)

Tetapi juga mampu menjadi agen edukasi lingkungan melalui karya-karya yang mereka tampilkan.

Dengan demikian, seni tradisi berkembang menjadi media pembelajaran yang kontekstual dan mampu menjawab tantangan zaman.

Ketua Mitra Program PISN sekaligus pimpinan Sanggar Seni Madhangkara Ki Cahyo Kuntadhi, S.Sn., M.Sn, menyampaikan bahwa program ini memberikan manfaat nyata bagi sanggar maupun masyarakat.

Menurutnya, integrasi animasi digital dengan seni pewayangan menghadirkan metode pembelajaran baru yang lebih menarik serta memperluas fungsi seni sebagai media pendidikan.

"Program ini sangat bermanfaat bagi Sanggar Seni Madhangkara maupun masyarakat luas," jelasnya. 

Seni pewayangan terbukti dapat dipadukan dengan teknologi digital sehingga menjadi media edukasi yang efektif, termasuk dalam membangun kesadaran ekoteologi.

"Kami berharap program seperti ini dapat terus dikembangkan dan diperluas agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat," ungkap Ki Cahyo

Melalui program ini, Tim PISN ISI Surakarta berharap lahir model pendidikan seni yang mampu memperkuat pelestarian budaya sekaligus meningkatkan kesadaran ekologis masyarakat.

Ketua Tim PISN Tahun Pendanaan 2026, Dr. Jiyanto, S.Pd.I., M.Pd.I. beri sambutan. (DOK. ISI SURAKARTA)
Ketua Tim PISN Tahun Pendanaan 2026, Dr. Jiyanto, S.Pd.I., M.Pd.I. beri sambutan. (DOK. ISI SURAKARTA)

Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi referensi pengembangan pendidikan berbasis budaya di berbagai daerah serta berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Khususnya pada bidang pendidikan berkualitas, pelestarian budaya, aksi terhadap perubahan iklim, dan pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, komunitas seni, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam Program PISN ini menunjukkan bahwa seni tradisi memiliki potensi besar untuk terus berinovasi, menjawab tantangan global.

Sekaligus menjadi instrumen strategis dalam membangun karakter generasi muda dan memperkuat kebudayaan Indonesia. (*) 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#pisn isi surakarta #wayang kancil #Ketua Tim PISN Tahun Pendanaan 2026 #Dr. Jiyanto #isi surakarta