RADARSOLO.COM - Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar pameran bertajuk "Konvergensi" yang mempertemukan karya mahasiswa dan alumni dalam satu ruang pameran terpadu.
Ajang yang baru kali pertama diselenggarakan ini dirancang sebagai wadah bertemunya berbagai gagasan, pengalaman, dan kreativitas lintas disiplin seni dan desain, sekaligus untuk memperkuat kesiapan para lulusan dalam menghadapi dinamika industri kreatif.
Pameran Konvergensi dijadwalkan berlangsung selama 7 hari hingga 11 Juli 2026 di Padia Natur Gallery.
Eksibisi lintas disiplin ilmu ini menampilkan produk karya dari kalangan mahasiswa serta alumni yang mewakili empat program studi.
Yaitu Seni Rupa, Desain Komunikasi Visual (DKV), Desain Interior, dan Desain Mode.
Masing-masing program studi tersebut diwakili secara proporsional oleh lima orang mahasiswa dan lima orang alumni.
Guru Besar Seni Rupa Murni FSRD UNS Nooryan Bahari menjelaskan, konvergensi bertindak sebagai ruang perjumpaan bagi rupa-rupa gagasan, pengalaman, cara pandang, serta kreativitas yang lahir dari latar belakang yang berbeda.
"Konvergensi ini perjumpaan berbagai gagasan, pengalaman, cara pandang, dan kreativitas. Ini bukan sekadar menghadirkan karya dari berbagai program studi, tetapi menemukan manusia kreatif yang memiliki bahasa visual berbeda," ujar Nooryan Bahari, Minggu (5/7/2026).
Menurut pandangan Nooryan, adanya perbedaan disiplin ilmu tidak boleh dipandang sebagai sekat pemisah.
Baca Juga: Nasib Oknum Guru PPPK Cabul di Kartasura Sukoharjo di Tangan PPK
Melainkan harus dikelola menjadi kekuatan untuk melahirkan kolaborasi.
Melalui medium pameran ini, mahasiswa DKV, Desain Interior, Desain Mode, dan Seni Rupa dapat saling berinteraksi untuk belajar serta memahami pola cara berpikir kreatif dari bidang keilmuan lain.
Di samping itu, pameran tersebut bertindak sebagai sarana efektif untuk mempertemukan mahasiswa aktif dengan para alumni yang telah berkiprah secara profesional di dunia kerja.
Dialog antargenerasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran riil mengenai draf kebutuhan industri kreatif saat ini, sehingga mahasiswa menjadi jauh lebih siap ketika memasuki pasar kerja.
"Ini gabungan mahasiswa dan alumni agar terjadi dialog tentang apa saja yang dibutuhkan dunia industri sehingga mahasiswa lebih siap dengan pasar kerja," tambahnya.
Nooryan menambahkan, dalam pameran Konvergensi edisi perdana ini, panitia sengaja tidak mengangkat atau menetapkan draf tema khusus yang mengikat.
Setiap peserta diberikan kebebasan penuh untuk menangkap, mengolah, dan merespons berbagai isu sosial yang mereka temui di lingkungan sekitar menjadi sebuah karya seni sesuai dengan perspektif masing-masing.
"Kami berharap mahasiswa mampu memahami berbagai isu sosial di sekitar, kemudian mengolahnya menjadi karya yang bermakna," ucap Nooryan.
Sementara itu, kurator pameran, Yulius Widi Nugroho menjelaskan, Konvergensi dimaknai sebagai ruang dialog terbuka yang mempertemukan modal pengalaman, pengetahuan, serta gagasan baru guna melahirkan sebuah makna yang segar.
Menurut penilaiannya, dalam ruang pameran ini, kedudukan mahasiswa dan alumni hadir setara tanpa adanya batasan hierarki formal.
Baca Juga: Prediksi Skor Inggris vs Meksiko di 16 Besar Piala Dunia 2026, The Three Lions Menang Tipis?
Melainkan melebur sebagai bagian dari spektrum kreativitas yang saling melengkapi satu sama lain.
Pihak fakultas berharap ajang pameran karya bersama ini dapat dikukuhkan menjadi kalender agenda tahunan rutin FSRD UNS.
Sekaligus memperkuat simpul jejaring kreatif antara civitas akademika kampus, ikatan alumni, dan para pelaku industri kreatif di Indonesia. (alf)
Editor : Tri Wahyu Cahyono