RADARSOLO.COM - Ratusan kursi di SMA negeri di bawah naungan Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah belum terisi pasca-penutupan proses daftar ulang Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Fenomena ini dipicu karena sebagian calon murid baru yang sebelumnya telah dinyatakan lolos seleksi memilih tidak melakukan registrasi ulang.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah Agung Wijayanto mengungkapkan, berdasarkan rekapitulasi data hingga batas akhir penutupan daftar ulang, terdapat sekitar 100 calon murid baru tidak melakukan proses registrasi ulang.
Baca Juga: Mengisi Libur, LDII Wonogiri Gembleng Generasi Muda Lewat Permata CAI di Enam Lokasi
"Bahkan di sekolah negeri masih ada sekitar 100 calon siswa yang tidak melakukan daftar ulang," ujar Agung, Minggu (5/7/2026).
Menurut penjelasan Agung, kekosongan sisa kursi juga teridentifikasi terjadi pada kuota jalur afirmasi.
Padahal, jika merujuk pada pangkalan data awal, jumlah calon peserta didik dari keluarga yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 4 terdata cukup melimpah.
Namun dalam realisasinya di lapangan, sebagian besar dari kelompok calon murid baru sudah dinyatakan lolos terlebih dahulu melalui pemanfaatan jalur zonasi domisili maupun jalur prestasi.
Alhasil, kuota khusus afirmasi, termasuk yang dialokasikan di sejumlah sekolah kemitraan, belum terserap optimal.
"Data afirmasi sebenarnya besar. Hanya saja banyak yang akhirnya diterima lewat jalur domisili atau prestasi sehingga persebaran pemilihan jalur belum sesuai harapan," jelas Agung.
Baca Juga: Jaring Bibit Atlet Sejak Dini, Ratusan Perenang Ikuti KRAPPROV Jateng-DIY 2026 di Tlatar Boyolali
Guna mengisi sisa kekosongan kursi calon murid baru, Cabdin Pendidikan Wilayah VII Jateng menerbitkan sekaligus mengumumkan daftar nama-nama calon siswa cadangan resmi.
Selanjutnya, bagi para siswa cadangan yang mendapatkan kesempatan emas diwajibkan segera melakukan daftar ulang sesuai jadwal yang ditetapkan panitia.
"Harapan kami siswa cadangan bisa mengisi kekosongan kursi sehingga kuota bisa lebih optimal," pungkas Agung. (alf)
Editor : Tri Wahyu Cahyono