RADARSOLO.COM – Program Studi (Prodi) Pendidikan Teknik Bangunan (PTB) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi.
Salah satunya melalui Workshop Pelatihan Adaptif Lesson Design Berbasis Deep Learning pada Pembelajaran Kejuruan yang diikuti guru-guru SMK bidang Teknik Bangunan se-Solo Raya.
Kegiatan yang digelar di Assalam Syariah Hotel Surakarta pada Senin (22/6) itu menjadi wadah peningkatan kompetensi guru dalam menyusun desain pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus kebutuhan dunia industri konstruksi.
Baca Juga: PGPAUD FKIP UNS Gelar Fun Holiday Program: Inovasi Edukatif Mengisi Liburan Anak Usia Dini
Peserta berasal dari sejumlah sekolah, di antaranya SMKN 2 Surakarta, SMKN 5 Surakarta, SMKN 2 Sukoharjo, SMKN 2 Sragen, SMKN 1 Miri Sragen, SMKS Assalam Surakarta, hingga SMKN 2 Wonogiri.
Ketua Research Group Building Engineering Education and Environmental Sustainability (RG BEELS) UNS Prof. AG Tamrin mengatakan, transformasi pendidikan vokasi tidak cukup hanya melalui perubahan kurikulum.
Menurutnya, peningkatan kualitas pembelajaran harus dimulai dari kemampuan guru merancang proses belajar yang lebih bermakna.
"Guru memiliki peran strategis dalam menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan industri. Karena itu kemampuan merancang pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, kontekstual, dan mendorong kemampuan berpikir mendalam menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda," ujarnya.
Dia menjelaskan, konsep deep learning dalam pendidikan bukan sekadar memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan.
Pendekatan tersebut lebih menekankan proses belajar yang mendorong siswa memahami konsep secara mendalam, mampu memecahkan persoalan nyata, berpikir kritis dan kreatif, serta memiliki kemampuan reflektif.
Baca Juga: Segera Bekerja, 170 Guru Magang Lulusan PPG FKIP UNS Per Hari Digaji Rp 75 Ribu
Sementara itu, Kepala Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan UNS, Dr. Anis Rahmawati, M.T., menilai kolaborasi perguruan tinggi dengan SMK menjadi salah satu kunci peningkatan mutu pendidikan vokasi.
Dia berharap hasil pelatihan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar diterapkan di ruang kelas.
"Kami ingin membangun ekosistem kolaboratif antara perguruan tinggi dan sekolah. Guru menjadi mitra strategis dalam mengembangkan inovasi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik pendidikan kejuruan," katanya.
Materi utama workshop disampaikan Rektor Universitas Sragen, Prof. Suharno. Dia menekankan, tantangan pendidikan vokasi saat ini bukan hanya mencetak lulusan yang memiliki keterampilan teknis.
Tetapi juga mampu beradaptasi terhadap perubahan teknologi, berpikir tingkat tinggi, dan memiliki kemampuan belajar sepanjang hayat.
Menurutnya, penyusunan adaptive lesson design menjadi salah satu strategi untuk menjawab tantangan tersebut.
Melalui desain pembelajaran yang fleksibel, guru dapat menyesuaikan metode, media, hingga asesmen sesuai karakter peserta didik dan kebutuhan industri.
Dalam workshop tersebut, peserta juga didampingi menyusun rancangan pembelajaran berbasis deep learning yang dapat diterapkan pada Program Keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) maupun Teknik Konstruksi dan Perumahan (TKP).
Guru berdiskusi mengenai penyusunan tujuan pembelajaran, aktivitas berbasis pemecahan masalah, pemanfaatan teknologi digital, hingga asesmen autentik.
Diskusi berlangsung interaktif. Para guru saling bertukar pengalaman mengenai tantangan pembelajaran di sekolah masing-masing sekaligus merumuskan solusi yang dapat diterapkan di kelas.
Melalui kegiatan ini, PTB FKIP UNS berharap jejaring kolaborasi dengan SMK di Solo Raya semakin kuat. Selain meningkatkan kompetensi guru.
Workshop tersebut juga diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya komunitas praktik guru Teknik Bangunan yang secara berkelanjutan mengembangkan inovasi pembelajaran demi mencetak lulusan SMK yang siap menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. (alf)
Editor : Tri Wahyu Cahyono