RADARSOLO.COM – Senin besok (13/7), masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) jenjang SD dan SMP negeri di Kota Solo dimulai.
Demi memuluskan program MPLS Ramah, Wali Kota Solo Respati Ardi kiat khusus.
Berupa Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (Gamas).
Menurut Respati, andil ayah sebagai kepala keluarga menjadi bagian penting dalam mendukung pendidikan sekaligus membangun karakter anak sejak dini.
Diharapkan ini menjadi momentum bagi para orang tua, khususnya ayah, agar lebih memerhatikan tumbuh kembang anak.
“Saya ingin Gerakan Ayah Mengantar Sekolah diterapkan di hari pertama masuk sekolah. Bagi ayah-ayah hebat, kepala keluarga, mari lebih perhatian anak-anak kita dengan mengantarkan ke sekolah di hari pertama,” pesan Respati.
Selain itu, Respati meminta pelaksanaan MPLS tidak sekadar seremonial.
Guru dan pembimbing diharapkan menghadirkan kegiatan yang lebih atraktif, menyenangkan, sekaligus menanamkan pendidikan karakter kepada para siswa.
Baca Juga: Hafal Lirik Lagu, Lupa Isi Buku? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini semakin berat seiring perkembangan dunia digital yang menghadirkan berbagai distraksi bagi anak-anak.
Karena itu, pendidikan karakter harus menjadi prioritas di lingkungan sekolah maupun keluarga.
“Hari ini tantangan kita lebih berat, karena banyak distraksi di dunia digital. Saya mengedepankan karakter. Pendidikan formal dan bimbingan orang tua menjadi poin penting sebagai fondasinya,” bebernya.
Respati juga menyinggung pentingnya pembinaan karakter dalam menghadapi berbagai bentuk penyimpangan seksual.
Ia menegaskan, tidak akan bersikap diskriminatif terhadap siapa pun, namun juga tidak akan menormalisasi penyimpangan seksual.
Di sisi lain, Respati mendorong transformasi pendidikan di sekolah negeri terus dilakukan. Dia mewajibkan seluruh kepala sekolah mempromosikan potensi dan keunggulan sekolah masing-masing, agar semakin dikenal masyarakat.
Baca Juga: 162 Ijazah Lulusan SMK Di Solo Masih Tertahan, Tunggakan Mencapai Rp 336 Juta
Menurutnya, setiap sekolah memiliki nilai lebih yang perlu dipromosikan kepada calon peserta didik.
Lebih lanjut, upaya promosi tersebut menjadi salah satu indikator penilaian terhadap kinerja kepala sekolah. Terutama bagi sekolah yang mengalami penurunan jumlah peminat.
“Saya mewajibkan seluruh kepala sekolah untuk mempromosikan potensi sekolahnya masing-masing. Akan saya nilai sendiri, terutama bagi sekolah yang peminatnya sangat berkurang," tegasnya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto