Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Hari Pertama Masuk Sekolah Masih Deg-Degan? Tenang, Kamu Tidak Sendiri

Inayah Choirunisa • Senin, 13 Juli 2026 | 14:22 WIB
Vidyana Putri - Pinterest
Vidyana Putri - Pinterest
RADARSOLO.COM - Hari pertama tahun ajaran baru sering kali dipenuhi berbagai perasaan. Ada yang antusias bertemu teman lama, ada yang bersemangat memakai seragam baru, tetapi tidak sedikit pula yang merasa gugup, cemas, bahkan sulit tidur semalam sebelum masuk sekolah.

Jika kamu merasakan hal tersebut hari ini, tenang, itu merupakan respons yang wajar.

Dalam dunia psikologi, kondisi ini dikenal sebagai first day anxiety, yaitu rasa cemas yang muncul ketika seseorang menghadapi lingkungan, rutinitas, atau pengalaman baru. Perasaan ini tidak hanya dialami siswa yang baru memasuki jenjang sekolah berbeda, tetapi juga mahasiswa baru, karyawan yang memulai pekerjaan, hingga siapa saja yang sedang beradaptasi dengan situasi baru.

Baca Juga: Dulu Sindiran, Kini Jadi Pujian? Begini Perubahan Makna Kata "Centil"

Psikolog menjelaskan bahwa kecemasan muncul karena otak sedang berusaha memprediksi berbagai kemungkinan yang akan terjadi. Ketika seseorang memasuki lingkungan yang belum sepenuhnya dikenal, otak akan bekerja lebih waspada untuk mengantisipasi hal-hal yang dianggap tidak pasti.

Misalnya, muncul berbagai pertanyaan seperti, "Bagaimana teman-teman baruku nanti?", "Apakah gurunya menyenangkan?", "Bisakah aku mengikuti pelajarannya?", atau "Bagaimana kalau aku tidak punya teman?"

Berbagai pertanyaan tersebut merupakan bentuk antisipasi alami terhadap situasi baru. Meski terkadang membuat seseorang merasa tidak nyaman, respons ini sebenarnya membantu tubuh lebih siap menghadapi perubahan.

Baca Juga: Masih Sering Tertukar, "Absen" atau "Presensi"? Ini Perbedaan Maknanya Menurut KBBI

Selain itu, hari pertama sekolah juga identik dengan banyak perubahan sekaligus. Jadwal tidur kembali diatur, rutinitas liburan berakhir, suasana kelas berganti, hingga bertemu guru dan teman baru. Banyaknya perubahan dalam waktu yang bersamaan dapat membuat tubuh dan pikiran membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Dilansir dari American Psychological Association, kondisi ini biasanya akan berangsur membaik setelah beberapa hari atau minggu. Ketika seseorang mulai mengenal lingkungan, memahami rutinitas, dan merasa lebih nyaman dengan orang-orang di sekitarnya, tingkat kecemasan umumnya ikut menurun.

Baca Juga: Selamat Hari Pertama Tahun Ajaran Baru! Tapi Kenapa Sekolah di Indonesia Selalu Dimulai Bulan Juli?

Agar proses adaptasi terasa lebih ringan, ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan. Menyiapkan perlengkapan sekolah sejak malam sebelumnya, tidur yang cukup, berangkat lebih awal agar tidak terburu-buru, serta mengingat kembali pengalaman berhasil melewati hari pertama di masa lalu dapat membantu mengurangi rasa gugup.

Berani memulai percakapan dengan teman baru juga dapat membuat suasana terasa lebih nyaman. Tidak perlu langsung akrab, cukup menyapa atau memperkenalkan diri sebagai langkah awal membangun hubungan.

Hal yang tidak kalah penting adalah mengingat bahwa hampir semua orang di ruang kelas kemungkinan merasakan hal yang serupa. Meski tidak selalu terlihat, banyak teman yang juga sedang berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

Jadi, jika hari ini jantung terasa berdebar lebih cepat atau muncul rasa cemas sebelum memasuki kelas, tidak perlu khawatir. Perasaan tersebut bukan berarti kamu tidak mampu menjalani tahun ajaran baru, melainkan tanda bahwa tubuh dan pikiran sedang beradaptasi dengan perubahan.

Seiring berjalannya waktu, ruang kelas yang hari ini terasa asing akan menjadi tempat yang akrab. Teman yang awalnya belum dikenal bisa menjadi sahabat, sementara rasa gugup perlahan akan tergantikan oleh rasa nyaman. Karena itu, nikmati setiap prosesnya. Hari pertama mungkin terasa menegangkan, tetapi bisa menjadi awal dari banyak pengalaman baru yang menyenangkan.

 

Editor : Kabun Triyatno
anxiety kelas rutinitas sekolah cemas