RADARSOLO.COM – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah yang digaungkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), diimplementasikan dengan baik di sekolah-sekolah di Kota Solo.
Tak terkecuali SDN Cemara Dua Solo, saat wali kelas menyambut murid baru dengan berdandan ala tokoh fiksi Harry Potter, Senin (13/7).
Pantauan Jawa Pos Radar Solo, guru-guru mengenakan kostum ala Harry Potter saat MPLS.
Gaya kostum mereka sontak menarik perhatian para murid baru yang antusias mengikuti MPLS.
Baca Juga: Breaking News! MPLS Sekolah Rakyat Sukoharjo Diundur, Ini Alasannya
Koordinator Kurikulum SDN Cemara Dua Ratnawati Tri Utami menjelaskan, kostum Harry Potter dipilih untuk memotivasi semua murid. Harapannya, mereka lebih berani melakukan kebaikan dan terus berprestasi.
Ratnawati menambahkan, momentum tersebut menjadi kejutan bagi siswa baru. Terutama saat sesi pengenalan.
“Konsepnya ingin ala-ala Hogwarts School. Kami ingin menyihir diri sendiri, untuk menebar kebaikan versi masing-masing. Harapannya, semangat itu menular ke anak-anak,” ujarnya.
Baca Juga: Kepala Dapur Perjalanan Dari Papua, Satu SPPG Di Solo Belum Bisa Sajikan Menu MBG
Di sisi lain, sekolah juga melibatkan Duta Literasi, Duta Adiwiyata, Sahabat Pelajar, hingga Duta Sekolah Keren Tanpa Rokok untuk menyambut siswa baru. Mereka bertugas mendampingi murid baru menuju ruang kelas.
“Kami membatasi orang tua yang mengantar, hanya sampai gerbang sekolah. Selanjutnya adik-adik diantar kakak kelas agar lebih berani dan bersosialisasi dengan teman lainnya,” jelasnya.
Duta Literasi Theressa Dita Prawitasari mengaku bangga dilibatkan dalam MPLS. Ia sempat terkejut, ketika melihat guru-gurunya mengenakan kostum Harry Potter.
“Adik-adik terlihat senang dan semangat. Bangga bisa mengantar mereka sampai kelas, apalagi saat mereka bilang senang sekolah di sini,” ujarnya.
Sementara itu, kreativitas ini mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo. Kepala Bidang (Kabid) SD Disdik Kota Solo Eni Idayati menilai inovasi ini bisa menjadi inspirasi sekolah lain.
“Figur Harry Potter yang diperankan bapak dan ibu guru diharapkan menjadi inspirasi bagi anak-anak. Bisa membangun motivasi dalam diri, terus maju, dan berprestasi,” ucapnya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo