RADARSOLO.COM–SMA Islam Al Azhar 7 Solo Baru menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi yang sehat, berkarakter, dan tangguh melalui rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.
Tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, para murid baru juga dibekali edukasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, HIV/AIDS, pencegahan ekstremisme, pengelolaan sampah, hingga keselamatan berlalu lintas.
Kepala SMA Islam Al Azhar 7 Solo Baru, Moh. Pandoyo, S.Si., M.Pd., Gr., mengatakan MPLS berlangsung selama lima hari, mulai Senin (13/7) hingga Jumat (17/7), dan diikuti oleh seluruh murid baru kelas X.
Baca Juga: SMA Islam Al Azhar 7 Sukoharjo Jadi Sekolah Ramah Anak, Guru Jadi Sahabat Siswa
Menurut Pandoyo, materi yang diberikan dirancang untuk menjawab tantangan yang dihadapi remaja saat ini.
Edukasi bahaya narkoba dan HIV/AIDS disampaikan langsung oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Sukoharjo, sementara materi pencegahan ekstremisme menghadirkan Densus 88 Mabes Polri, pengelolaan sampah bersama Bank Sampah Sukoharjo, serta edukasi keselamatan berkendara dari Satlantas Polres Sukoharjo.
"Melalui MPLS ini kami ingin membangun kesadaran murid sejak dini agar memiliki karakter yang kuat, mampu mengambil keputusan yang tepat, serta terhindar dari berbagai perilaku berisiko," ujar Pandoyo, Rabu (15/7).
Ia menambahkan, perhatian sekolah terhadap kesehatan murid tidak berhenti pada kegiatan MPLS. SMA Islam Al Azhar 7 Solo Baru juga memiliki komitmen kuat di bidang kesehatan melalui UKS yang didukung dokter dan perawat sebagai bagian dari layanan kesehatan sekolah.
Kehadiran tenaga medis tersebut menjadi wujud nyata kepedulian sekolah dalam memberikan edukasi kesehatan, layanan konsultasi, serta penanganan awal bagi murid sehingga tercipta lingkungan belajar yang sehat, aman, dan nyaman.
Koordinator Kemuridan SMA Islam Al Azhar 7 Solo Baru, Muhammad Darobi, menjelaskan bahwa materi-materi tersebut dipilih karena sangat relevan dengan kehidupan remaja yang sedang berada pada fase pencarian jati diri.
"Kami berharap murid memiliki pemahaman yang benar mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, pergaulan yang berisiko, serta pentingnya tertib berlalu lintas. Bekal ini diharapkan mampu menjadi benteng bagi mereka dalam menghadapi tantangan kehidupan," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Sukoharjo, dr. Arif Budi Satria, Sp.B, menilai edukasi mengenai HIV/AIDS dan narkoba perlu diberikan sejak awal masa sekolah karena remaja merupakan kelompok usia yang memiliki rasa ingin tahu sangat tinggi.
"Remaja saat ini hidup di tengah banjir informasi. Ketika rasa ingin tahu yang tinggi bertemu informasi yang keliru, resiko disinformasi juga meningkat. Karena itu kami hadir untuk memberikan pemahaman yang benar mengenai HIV/AIDS, cara penularannya, serta langkah-langkah pencegahannya," jelas Arif.
Baca Juga: MPLS di SMA Islam Al Azhar 7 Sukoharjo Luar Biasa !!
Ia menambahkan, penyalahgunaan narkoba memiliki kaitan erat dengan penyebaran HIV/AIDS, terutama pada pengguna narkoba suntik.
Selain itu, seseorang yang berada di bawah pengaruh narkoba cenderung lebih berisiko melakukan perilaku yang dapat meningkatkan potensi penularan HIV.
"Remaja adalah aset bangsa dan calon pemimpin masa depan. Karena itu mereka harus dibekali pengetahuan yang benar agar mampu menjaga diri, kesehatan, dan masa depannya," tegasnya.
Melalui rangkaian MPLS yang komprehensif tersebut, SMA Islam Al Azhar 7 Solo Baru berharap murid baru tidak hanya mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap keselamatan diri dan lingkungan. (kwl)
Editor : Tri Wahyu Cahyono