RADARSOLO.COM - Siswa SMKN 7 Solo berhasil kembangkan aplikasi edukasi lingkungan, yakni TerraLife.
Desain aplikasi yang ekologis, sederhana, dan mudah dipahami, mereka berhasil menggondol juara 1 lomba desain UI/UX jenjang SMA/SMK se Solo Raya.
TerraLife merupakan aplikasi yang menggabungkan tantangan harian, edukasi, sistem poin dan leaderboard.
Dibuat dengan tampilan sederhana, supaya masyarakat lebih mudah menerapkan kebiasaan ramah lingkungan.
Baca Juga: Masih Sering Salah Tulis? Ini Deretan Kata Bahasa Indonesia yang Kerap Keliru
Aplikasi ini bikinan tim Afaries dari kelas XII jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) SMKN 7 Solo. Beranggotakan Azwar Rizqullah Ramzy, Ardell Pragata Purnama, dan Muhammad Firdaus.
Muhammad Firdaus menjelaskan, TerraLife masih berupa desain prototipe UI/UX yang dibuat menggunakan Figma.
Aplikasi tersebut ditujukan untuk mengajak masyarakat menjaga lingkungan melalui cara yang sederhana, namun interaktif.
“Di aplikasi ada fitur challenge seperti membuang sampah pada tempatnya, membawa tumbler, tips menghemat energi, hingga edukasi pengelolaan sampah. Setiap challenge yang diselesaikan akan menambah poin. Kemudian pengguna bisa melihat peringkat atau leaderboard,” jelas Firdaus, Jumat (17/7).
Baca Juga: MPLS Bernuansa Piala Dunia, Siswa SDN Kadipiro Solo Dukung Spanyol dan Argentina Lewat Cap Jempol
Firdaus menambahkan, konsep tantangan ini dipilih karena aktivitas tersebut mudah dilakukan semua kalangan.
Selain itu, aplikasi tersebut juga diharapkan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, melalui kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Proses pembuatan TerraLife cuma butuh waktu sekira satu pekan.
Tim terlebih dahulu menentukan subtema, kemudian membagi tugas sesuai kemampuan masing-masing. Mulai dari riset, penyusunan konsep, pembuatan user flow, wireframe, desain UI/UX, penyusunan prototipe, hingga materi presentasi.
“Pembagian tugas dilakukan sesuai keahlian masing-masing sehingga proses pengerjaan lebih efektif,” imbuhnya.
Karena masih prototipe, pengujian dilakukan melalui usability testing sederhana bersama beberapa guru pembimbing.
Hasilnya, desain dinilai mudah dipahami, navigasinya jelas, penggunaan warna dan font konsisten, serta fitur challenge dan leaderboard dianggap mampu meningkatkan motivasi pengguna dalam menjaga lingkungan.
Baca Juga: "Di Rumah" atau "Dirumah"? Kesalahan Penulisan Ini Masih Sering Ditemukan
Selama proses pengembangan, tim sempat menghadapi beberapa kendala. Di antaranya pemilihan desain kurang sesuai, mengatur waktu, hingga kesalahan menampilkan desain saat persentasi.
“Akhirnya kami diskusi dan bentuk pembagian tugas yang lebih efektif, serta beberapa kali revisi sesuai arahan pembimbing,” imbuhnya.
Ke depan, mereka berharap TerraLife tidak berhenti sebagai desain, tetapi dapat dikembangkan menjadi aplikasi yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
“Harapannya nanti bisa bekerja sama dengan bank sampah, sekolah, maupun pemerintah. Serta memberi dampak nyata dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan,” bebernya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo