RADARSOLO.COM - Akselerasi industri pariwisata di Solo Raya telah menempatkan sektor UMKM pangan sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan. Ribuan pelaku UMKM Solo berkembang dan bergerak aktif dalam memproduksi aneka kuliner basah tradisional. Mulai dari sosis solo, tahu bakso, serabi, serta makanan olahan kering, seperti aneka keripik, peyek, sambal kemasan dan berbagai produk lain yang sering dibawa sebagai buah tangan khas Kota Solo.
Dinamika pasar yang kompetitif menuntut adanya jaminan mutu, keamanan, dan kehalalan produk secara formal. Kehalalan suatu produk pangan bukan sekadar isu keagamaan, melainkan telah bertransformasi menjadi parameter kualitas global (halal quality assurance) yang diakui secara hukum.
Dalam upaya mendorong penguatan ekosistem industri halal dan meningkatkan daya saing sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tim dosen Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam Halal Research Center and Services (HRCS) sukses menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Program Kemitraan Masyarakat. Kegiatan ini berupa "Pelatihan Sistem Penjaminan Produk Halal" yang digelar pada Selasa (7/7/2026).
Bertempat di Ruang Sidang Program Studi Ilmu Teknologi Pangan UNS, acara ini dihadiri oleh 30 pelaku UMKM yang berasal dari wilayah Solo dan sekitarnya. Pelatihan ini diinisiasi sebagai respons nyata akademisi dalam mendampingi pelaku usaha memenuhi regulasi wajib halal yang kini menjadi standar krusial di pasar nasional maupun global.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Prof. Dr. Triana Kusumaningsih, S.Si., M.Si, menyampaikan, pemahaman mengenai Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) sangat penting agar pelaku UMKM tidak hanya mampu memproduksi produk secara higienis, tetapi juga konsisten dalam menjaga kehalalan bahan dan proses produksi dari hulu ke hilir. Dalam pelatihan ini disampaikan pula prosedur untuk mendapatkan sertifikat halal terutama bagi pelaku UMKM baik melalui sertifikasi regular maupun mekanisme sertifikasi self-declare.
"Kami berharap pelatihan ini dapat menjadi jembatan bagi para pelaku UMKM di Solo untuk ‘naik kelas’. Dengan memahami dan menerapkan Sistem Penjaminan Produk Halal, produk lokal kami akan memiliki nilai tambah dan kepercayaan yang lebih tinggi di mata konsumen," ujarnya.
Untuk mengukur efektivitas dan keberhasilan program intervensi edukasi ini, tim pengabdian kepada masyarakat menerapkan metode evaluasi yang ketat. Seluruh peserta diwajibkan mengikuti pre-test di awal acara untuk memetakan pemahaman dasar mereka, serta post-test di akhir sesi untuk mengukur sejauh mana materi pelatihan berhasil diserap.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan dari para peserta terkait alur sertifikasi halal, kriteria bahan halal, hingga dokumentasi sistem penjaminan halal yang dibutuhkan.
Melalui kegiatan ini, UNS menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan masyarakat dan pelaku usaha lokal demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (nik)
Editor : Niko auglandy