Bahasa Indonesia Ternyata Punya Banyak Istilah untuk Menyebut ‘Tertawa’, Lho!

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 10:29 WIB
Bahasa Indonesia memiliki beragam kosakata spesifik untuk menggambarkan cara tertawa, mulai dari terkekeh, cekikikan, tergelak, hingga terbahak-bahak. Gambar: Pinterest.
Bahasa Indonesia memiliki beragam kosakata spesifik untuk menggambarkan cara tertawa, mulai dari terkekeh, cekikikan, tergelak, hingga terbahak-bahak. (Pinterest).

RADARSOLO.COM - Saat berbincang sehari-hari, banyak orang menggunakan kata "tertawa" untuk menggambarkan berbagai ekspresi senang atau lucu. Padahal, bahasa Indonesia memiliki beragam kosakata yang lebih spesifik untuk menjelaskan cara seseorang tertawa. Mulai dari tertawa kecil hingga tertawa lepas, masing-masing memiliki istilah tersendiri.

Keberagaman kosakata tersebut menunjukkan bahwa bahasa Indonesia tidak hanya kaya akan kata, tetapi juga mampu menggambarkan nuansa ekspresi manusia secara lebih rinci.

Baca Juga: Nggak Langsung Jatuh Cinta, Justru Ini yang Bikin Hubungan Slow Burn Terasa Spesial

Salah satu kata yang cukup dikenal adalah terkekeh. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), terkekeh berarti tertawa dengan suara kecil atau tertahan. Kata ini biasanya digunakan untuk menggambarkan tawa pelan yang muncul karena merasa geli atau mendengar sesuatu yang lucu.

Contohnya: "Ia hanya terkekeh mendengar cerita temannya."

Ada pula kata cekikikan, yaitu tertawa kecil berulang-ulang dengan suara yang halus. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan tawa yang muncul dalam suasana santai atau ketika seseorang sedang berbagi rahasia dengan temannya.

Baca Juga: Masih Sering Salah Tulis? Ini Deretan Kata Bahasa Indonesia yang Kerap Keliru

Misalnya: "Para siswa cekikikan saat mendengar candaan itu."

Jika tawa terdengar lebih jelas dan lepas, bahasa Indonesia mengenal kata tergelak. Kata ini menggambarkan seseorang yang tertawa dengan suara yang lebih keras karena merasa sangat terhibur.

Baca Juga: Sulit Diterjemahkan, Bahasa Jawa Punya Istilah yang Sangat Spesifik untuk Situasi Sehari-hari

Contoh penggunaannya: "Penonton tergelak mendengar cerita komedian tersebut."

Sementara itu, ada pula istilah terbahak-bahak, yang menunjukkan tawa keras dan lepas. Kata ini biasa dipakai ketika seseorang benar-benar tidak dapat menahan rasa lucunya.

Contohnya: "Mereka terbahak-bahak menyaksikan adegan dalam film itu."

Selain kata yang langsung berkaitan dengan tawa, bahasa Indonesia juga memiliki kosakata yang menggambarkan ekspresi wajah ketika seseorang merasa senang atau geli, seperti tersenyum, nyengir, dan menyeringai.

Kata nyengir umumnya digunakan untuk menggambarkan senyum lebar yang memperlihatkan gigi. Sementara itu, menyeringai memiliki makna yang lebih beragam. Menurut KBBI, menyeringai berarti memperlihatkan gigi karena tersenyum, tertawa, atau bahkan menahan rasa tertentu, sehingga penggunaannya bergantung pada konteks kalimat.

Baca Juga: Kenapa Orang Indonesia Suka Dengerin Lagu Galau? Ternyata Bukan Cuma Soal Patah Hati

Keberadaan kosakata yang beragam ini memperlihatkan bahwa bahasa Indonesia mampu menangkap perbedaan ekspresi yang sangat halus. Tawa kecil, tawa tertahan, tawa lepas, hingga sekadar senyum dapat dibedakan melalui pilihan kata yang berbeda.

Fenomena serupa juga dapat ditemukan pada bahasa lain. Namun, bahasa Indonesia memiliki kekayaan kosakata yang memungkinkan penutur memilih kata yang paling sesuai dengan situasi yang ingin digambarkan.

Dalam karya sastra, berita, maupun tulisan sehari-hari, penggunaan kata yang lebih spesifik juga membuat sebuah cerita terasa lebih hidup. Kalimat "ia tertawa" tentu memiliki nuansa yang berbeda dengan "ia terkekeh" atau "ia terbahak-bahak".

Baca Juga: Temani Perjalanan, Ini Dia Lagu Keshi yang Wajib Kamu Dengarkan

Menariknya, di era digital saat ini, ekspresi tertawa juga berkembang dalam bentuk tulisan, seperti "haha", "hehe", "wkwk", atau "wkwkwk". Meski demikian, kosakata dalam bahasa Indonesia tetap memiliki peran penting untuk menjelaskan berbagai bentuk tawa yang tidak selalu dapat digambarkan hanya dengan satu kata.

Kekayaan kosakata ini sekaligus menunjukkan bahwa bahasa Indonesia memiliki kemampuan untuk menggambarkan berbagai emosi manusia secara rinci. Hal-hal yang tampak sederhana, seperti tertawa, ternyata dapat dijelaskan dengan banyak pilihan kata yang memiliki makna dan nuansa berbeda.

Jadi, jika selama ini kita hanya mengenal kata "tertawa", ternyata bahasa Indonesia menyimpan lebih banyak kosakata untuk menggambarkan ekspresi tersebut. Dari terkekeh hingga terbahak-bahak, setiap kata memiliki cerita dan nuansanya sendiri.

 

Editor : Kabun Triyatno
tertawa kbbi sastra ekspresi kosakata