RADARSOLO.COM – Antusiasme masyarakat yang menyekolahkan anaknya di SLBN Solo pada tahun ajaran baru 2026/2027 ini cukup tinggi.
Buktinya, terdapat 97 murid baru yang menggenapi total 253 murid di SLBN Solo.
Sayangnya, saat ini SLBN masih krisis tenaga pengajar.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala SLBN Solo Endah Dwi Hastuti menjelaskan, idealnya dengan jumlah itu, terdapat 60 rombongan belajar (rombel).
Baca Juga: "Sebentar" Itu Berapa Menit? Ternyata Jawabannya Bergantung pada Situasi
Namun, saat ini terpaksa memangkas rombel menjadi 40 saja. Artinya, ada sejumlah rombel yang digabung menjadi satu.
“Di SLB, setiap kategori kebutuhan khusus seharusnya dipisahkan karena karakteristik pembelajarannya beda-beda. Tetapi karena jumlah guru terbatas, akhirnya beberapa rombel digabung,” jelas Endah, Rabu (22/7).
Endah menambahkan, murid baru tahun ini didominasi anak dengan spektrum autisme. Di sisi lain, sekolah tetap berupaya memberikan layanan terbaik.
Saat ini SLBN Solo memiliki 65 tenaga pendidik dan kependidikan. Rinciannya, 53 guru dan 12 tenaga kependidikan.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar "Jalan": Kaya Kata Bahasa Indonesia untuk Cara Berjalan
“Meskipun masih kekurangan guru, kami tetap mengikuti regulasi yang berlaku sebagai lembaga pemerintah,” imbuh Endah.
Di sisi lain, SLBN Solo sudah menyosialisasikan program kerja kepada orang tua mirid kelas I-XII. Mencakup program pembelajaran, kurikulum, hingga peran keluarga dalam mendampingi anak.
Khusus pembelajaran, SLBN tetap menggunakan struktur kurikulum dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Meliputi kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.
Sementara itu, SLBN Solo juga terkendala sejumlah ruang kelas dan gedung yang rusak.
Perbaikan belum bisa dilakukan, karena anggaran bantuan operasional sekolah (BOS) dan bantuan operasional penyelenggaraan (BOP) disedot untuk kebutuhan prioritas.
Di antaranya ekstrakurikuler dan persiapan lomba hingga September mendatang.
Endah berharap ada peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Termasuk memperluas pendampingan bagi siswa berkebutuhan khusus, yang bercita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Kami berharap tahun ini mendapat bantuan pembangunan atau pemeliharaan gedung. Sebab masih banyak ruang kelas yang butuh perbaikan,” ujarnya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo