RADARSOLO.COM – Kondisi memprihatinkan bangunan TK Gaya Baru III Jebres memaksa Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyiapkan relokasi sementara bagi 25 siswa.
Atap ruang kelas yang bocor, bergelombang, hingga sebagian terlepas dinilai sudah membahayakan keselamatan peserta didik.
Temuan itu mencuat saat Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Bunda PAUD Kota Solo Venessa Winastesia melakukan program Sambang PAUD, Rabu (22/7).
Selain memantau proses pembelajaran, kunjungan tersebut juga meninjau kondisi sarana dan prasarana sekolah.
Baca Juga: Kebut Renovasi SMP Kelas Program Khusus, Target Selesai Akhir Juli
"Kami ingin mengetahui secara langsung kondisi PAUD di Kota Solo, baik kualitas pembelajaran maupun fasilitasnya," ujar Venessa.
Hasil peninjauan menunjukkan kondisi bangunan sudah tidak layak digunakan.
Sejumlah bagian atap mengalami kerusakan parah sehingga berisiko membahayakan siswa saat proses belajar mengajar berlangsung.
"Kondisinya sangat memprihatinkan. Banyak atap bocor dan lepas. Ini membahayakan anak-anak. Karena itu kami menyarankan siswa dipindahkan sementara ke SDN Bulu Kantil agar kegiatan belajar tetap berjalan sambil menunggu perbaikan gedung," tegasnya.
Baca Juga: SLBN Solo Krisis Guru, Terpaksa Pangkas Rombel Dari Idealnya 60 Jadi 40
Kepala TK Gaya Baru III Ninik Santoso mejelaskan, kerusakan bangunan sudah terjadi sejak 2018, terutama setelah sekolah terdampak banjir.
Namun hingga kini sekolah belum mampu melakukan renovasi karena keterbatasan dana.
"Atap sering bocor. Saya sendiri pernah tertimpa material atap saat mengajar. Sekolah hanya mengandalkan SPP dan dana BOP. Bangunan ini milik LPMK, tetapi sampai sekarang belum ada anggaran perbaikan," ungkapnya.
Kesulitan keuangan sekolah juga diperparah dengan tunggakan SPP. Delapan siswa tercatat belum melunasi iuran sekolah dengan total tunggakan sekitar Rp 3,2 juta.
"Kami tidak mungkin menahan ijazah atau surat kelulusan anak hanya karena SPP belum lunas. Dokumen itu dibutuhkan mereka untuk masuk SD," katanya.
Ninik berharap pemerintah segera merealisasikan bantuan renovasi agar proses belajar mengajar dapat kembali berlangsung di gedung yang aman dan layak.
"Saya sudah beberapa kali mengajukan revitalisasi, tetapi belum terealisasi. Harapan kami pemerintah bisa segera membantu karena yang dipertaruhkan adalah keselamatan anak-anak," pungkasnya.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar "Jalan": Kaya Kata Bahasa Indonesia untuk Cara Berjalan
Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo Dwi Ariyatno mengakui persoalan fasilitas masih menjadi tantangan bagi banyak PAUD swasta.
Menurutnya, keterbatasan daya tampung PAUD negeri membuat pemerintah tetap bergantung pada lembaga swasta dalam memberikan layanan pendidikan anak usia dini.
"Saat ini pemerintah belum mampu menyediakan daya tampung PAUD negeri yang mencukupi sehingga kemitraan dengan PAUD swasta masih sangat diperlukan," katanya.
Dia mengungkapkan, banyak sekolah swasta mengalami keterbatasan anggaran karena hanya mengandalkan dana bantuan operasional penyelenggaraan (BOP) dan iuran SPP.
"Kondisi sekolah swasta memang cukup memprihatinkan. Tidak semuanya memiliki kemampuan finansial yang memadai untuk melakukan perbaikan bangunan," ujarnya.
Sebagai solusi jangka pendek, disdik telah menyiapkan ruang kelas kosong di SD Negeri Bulu Kantil dan SD Negeri Ngoresan untuk digunakan sementara oleh siswa TK Gaya Baru III.
"Nanti anak-anak bisa menggunakan ruang kelas yang tidak terpakai. Untuk perbaikan gedung akan kami upayakan melalui anggaran perubahan atau dana hibah, tentunya setelah mendapat persetujuan DPRD," jelas Dwi. (alf/bun)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo