Peringati Hari Anak Nasional, Ajak Murid SD Melipat Baju Dan Main Dolanan Tradisional

Alfida Nurcholisah • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 16:07 WIB
Murid SDN Tegalayu Solo mengangkat banner Hari Anak Nasional, Rabu (23/7). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
Murid SDN Tegalayu Solo mengangkat banner Hari Anak Nasional, Rabu (23/7). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di SDN Tegalayu Solo, Rabu (23/7), tak sekadar diisi seremonial belaka.

Para murid juga diasah kemandiriannya melalui praktik melipat baju bersama orang tua.

Selain itu, juga dikenalkan dengan dolanan tradisional seperti gobak sodor dan nyunggi tampah.

Kepala SDN Tegalayu Sutanto menjelaskan, HAN diawali upacara dan senam ceria.

Dilanjutkan praktik melipat baju dan celana bersama orang tua. Setelah itu, murid kelas IV-VI bermain gobak sodor, sedangkan kelas I-III nyunggi tampah.

Baca Juga: Atap TK Gaya Baru Jebres Solo Nyaris Ambrol, 25 Murid Dievakuasi

“Anak-anak dilatih melipat baju supaya mandiri dalam kehidupan sehari-hari. Kami juga mengenalkan permainan tradisional,” jelas Sutanto.

HAN bagi Sutanto bukan sekadar perayaan semata, tapi bagaimana anak mendapatkan bekal yang cukup di sekolah.

SDN Tegalayu berupaya tetap eksis dalam menjamin hak anak di bidang pendidikan.

Baca Juga: Kebut Renovasi SMP Kelas Program Khusus, Target Selesai Akhir Juli

“SPMB 2026 ini kami mendapat murid paling sedikit. Tapi dengan ini, kami ingin lebih mengenalkan sekolah serta menjamin hak-hak anak dalam mendapatkan pendidikan yang layak,” imbuhnya.

Sutanto berharap pembelajaran sederhana tersebut menjadi bekal anak di rumah, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap gawai.

Menurutnya, permainan tradisional juga mengajarkan kerja sama, sportivitas, dan memperkenalkan budaya lokal kepada siswa.

Salah seorang wali murid Ratna Kristiani mengaku antusias mengikuti kegiatan ini.

“Melipat baju ini positif, agar nanti ada feedback di rumah. Anak-anak bisa membantu orang tua. Harapannya mereka semakin mandiri, lebih maju, dan lebih pintar,” ujarnya.

Sementara itu, murid kelas V Askia Salsabila Pradana mengaku sudah terbiasa melipat baju di rumah. Ia juga antusias mengikuti gobak sodor bersama teman-temannya.

“Sudah sering melipat baju dan setrika. Tadi (kemarin) main gobak sodor juga. Seru sekali,” ujarnya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
hari anak nasional 2026 sdn tegalayu solo melipat baju donalan tradisional