Mahasiswa UMS Bikin Lampu PJU Panel Surya, Tahan Menyala 14 Jam Dan Dilengkapi Sensor Kabut

Alfida Nurcholisah • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 14:22 WIB
PJU Mikrokontroler dari panel surya karya mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
PJU Mikrokontroler dari panel surya karya mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Berawal dari keresahan jalan gelap di kampung halamannya di Sragen, mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bikin lampu penerangan jalan umum (PJU) mikrokontroler berbasis panel surya.

Kelebihannya, panel surya otomatis mengikuti arah matahari.

Inovasi lampu PJU mikrokontroler ini dipamerkan pada ajang Mechanical Inovation Fair UMS 2026.

Lampu tersebut dikreasi empat mahasiswa, yakni Anggara Surya Wicaksana, Afrizal Rifky Asshidiq, Ajib Ainun Syafi’I, dan Habib Ardi Putranto.

Baca Juga: Hari Anak Nasional 2026, Teknologi Digital Menjadi Tantangan Pola Asuh

Afrizal menjelaskan, ide pembuatan lampu PJU otomatis ini berawal dari kondisi di sekitar rumahnya di Sragen.

Lampu PJU di wilayahnya nyaris tidak ada. Penyebabnya, karena sumber listrik cukup jauh dari jalan desa. 

“Idenya terinspirasi dari daerah rumah saya yang minim penerangan jalan. Sumber listriknya jauh. Jadi saya kepikiran memanfaatkan panel surya untuk penerangan jalan,” jelas Afrizal, Jumat (24/7).

Keunggulan alat ini terletak pada sistem otomatisnya. Panel surya dapat bergerak mengikuti arah datangnya sinar matahari agar penyerapan energi lebih optimal.

Baca Juga: Dulu Bermakna Biasa, Kini Jadi Bahasa Gaul, Begini Perjalanan Makna Sebuah Kata

"Karena daya serapnya lebih optimal, alat ini bisa menyala tanpa listrik selama 12 sampai 14 jam," imbuhnya.

Selain itu, lampu ini juga dibekali sensor hujan, sensor suhu DHT22, solar tracking system atau pelacakan matahari, serta sensor light dependent resistor (LDR).

Fungsi terakhir untuk mengubah warna lampu menjadi kuning, terutama saat hujan atau cuaca berkabut. Sehingga cahaya lampu bisa menembus pekatnya kabut dan air hujan.

“Saat cuaca cerah, lampu memancarkan cahaya putih. Sementara ketika hujan atau berkabut, lampu berubah menjadi kuning agar cahaya lebih mudah menembus kabut," sambung rekan Afrizal, Anggara Surya. 

Menurut Anggara, fitur tersebut berpotensi meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Terutama di jalanan kawasan pegunungan atau daerah yang kerap diselimuti kabut.

Lampu tersebut menggunakan panel surya 30 watt, dengan dijejali baterai 12 volt 20 Ah. Saat kondisi baterai penuh, lampu LED 20 watt mampu menyala hingga 12 jam tanpa menggunakan listrik PLN.

Masa pakai baterainya diperkirakan awet mencapai lima tahun. 

Baca Juga: Jangan Lewatkan!Museum Keliling Abinawa #2 Sambangi Ndalem Djojokusuman Solo

Demi menekan biaya produksi, Anggara dkk memanfaatkan sejumlah komponen bekas. Seperti lampu sepeda motor, rangka besi, hingga baterai kendaraan listrik.

Langkah ini membuat biaya pembuatan satu unit lampu bisa ditekan hingga Rp 2 juta. Meski masih prototipe, sudah ada dua orang yang menyatakan tertarik memesan alat tersebut.

"Sudah ada yang berminat pesan tapi untuk diesel pengairan sawah sekaligus lampunya. Selain itu juga untuk lampu penerangan di teras rumah," beber Anggara.

Selama proses pembuatan, Anggara djj sempat mengalami beberapa kendala.

Seperti pengkodingan error, hingga kerusakan sejumlah komponen. Beekat kerja sama yang solid, lampu berhasil diselesaikan hanya dalam waktu dua hari.

Inovasi ini diharapkan bisa dikembangkan sebagai solusi penerangan di wilayah terpencil, terutama yang belum terjangkau listrik.

Menurut Anggara, kapasitas panel surya nantinya bisa disesuaikan kebutuhan daya. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain.

"Harapannya inovasi ini bisa dikembangkan lagi, terutama untuk daerah-daerah terpencil yang minim listrik. Sehingga bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
lampu pju tenaga surya mahasiswa ums inovasi