Cegah Demensia, Poltekkes Kemenkes Surakarta Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Karanganyar

Niko auglandy • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 18:03 WIB
BERSINERGI: Poltekkes Kemenkes Surakarta menggelar PKM di Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar, Minggu (26/7).
BERSINERGI: Poltekkes Kemenkes Surakarta menggelar PKM di Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar, Minggu (26/7).

RADARSOLO.COM – Upaya menjaga kesehatan otak sejak usia pra-lansia menjadi salah satu langkah penting dalam menghadapi meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia. Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, Poltekkes Kemenkes Surakarta melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk "Penyuluhan Kesehatan tentang Demensia dalam Upaya Mengurangi Penurunan Fungsi Kognitif pada Kelompok Usia Pra-Lansia dan Lansia."

Kegiatan dilaksanakan di Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, Minggu (26/7). Melibatkan 40 peserta, terdiri atas kelompok usia pra-lansia dan lansia. Kegiatan didukung oleh empat kader kesehatan, tujuh mahasiswa Jurusan Okupasi Terapi Poltekkes Kemenkes Surakarta, serta dua anggota Karang Taruna Desa Kemiri yang turut membantu kelancaran kegiatan.

Tim pengabdian dipimpin oleh Aniek Puspitosari, S.ST., M.P.H. dari Jurusan Okupasi Terapi sebagai ketua pelaksana, dengan anggota Dr. Ninik Nurhidayah, A.Md., S.ST., S.Pd., M.Kes. dari Jurusan Okupasi Terapi dan Dr. apt. Indri Kusuma Dewi, S.Farm., M.Sc. dari Jurusan Jamu. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Ketua Paguyuban Senam Desa Kemiri, Ismurini, S.ST.Ft., beserta para kader kesehatan yang selama ini aktif mendampingi kegiatan masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, asam urat, kolesterol, serta pengukuran Body Mass Index (BMI). Selain itu, peserta juga mengikuti pemeriksaan kecepatan pemrosesan informasi visual sebagai salah satu indikator fungsi kognitif serta skrining risiko manajemen hipertensi untuk mengidentifikasi kemampuan peserta dalam mengelola faktor risiko hipertensi yang berkaitan dengan kesehatan otak.

Setelah pemeriksaan kesehatan, peserta mengikuti penyuluhan mengenai demensia yang membahas pengertian, faktor risiko, tanda dan gejala awal, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penyuluhan berlangsung secara interaktif sehingga peserta tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga dapat berdiskusi langsung dengan tim pengabdian mengenai berbagai permasalahan kesehatan yang sering dialami pada usia lanjut.

"Demensia bukanlah konsekuensi yang tidak dapat dihindari dari proses penuaan. Banyak faktor risikonya dapat dikendalikan melalui pengelolaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, aktivitas fisik yang teratur, pola makan sehat, serta stimulasi aktivitas kognitif. Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan literasi kesehatan masyarakat agar mampu mengenali gejala awal dan melakukan upaya pencegahan sejak usia pra-lansia," ujar Aniek Puspitosari.

Anggota tim pengabdian, Dr. Ninik Nurhidayah menambahkan, deteksi dini merupakan bagian penting dalam mempertahankan kualitas hidup lansia.

"Pemeriksaan kesehatan secara berkala dan skrining sederhana di tingkat masyarakat memungkinkan faktor-faktor risiko dikenali lebih awal. Dengan demikian masyarakat dapat segera melakukan perubahan perilaku sehat untuk mempertahankan fungsi kognitif dan tetap mandiri di usia lanjut," jelasnya.

Sementara itu, Dr. apt. Indri Kusuma Dewi mengingatkan pentingnya pengendalian penyakit tidak menular sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan otak. "Hipertensi, diabetes melitus, dan kolesterol tinggi merupakan faktor yang dapat meningkatkan risiko gangguan fungsi kognitif apabila tidak dikendalikan dengan baik. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan rutin dan penerapan gaya hidup sehat menjadi investasi penting untuk kesehatan otak di masa depan," ungkapnya.

Ketua Paguyuban Senam Desa Kemiri, Ismurini mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, masyarakat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian pemeriksaan kesehatan maupun penyuluhan karena memberikan manfaat nyata bagi warga.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada tim Poltekkes Kemenkes Surakarta atas kepeduliannya kepada masyarakat Desa Kemiri. Warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara gratis sekaligus pengetahuan mengenai pencegahan demensia yang sangat bermanfaat. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga kesehatan sejak usia pra-lansia," tuturnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Banyak peserta memanfaatkan kesempatan untuk berkonsultasi mengenai hasil pemeriksaan kesehatan dan memperoleh saran mengenai perubahan gaya hidup yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penyakit tidak menular maupun gangguan fungsi kognitif.

Poltekkes Kemenkes Surakarta berharap, lewat program ini masyarakat Desa Kemiri semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan otak melalui deteksi dini, pengendalian faktor risiko penyakit tidak menular, serta penerapan gaya hidup sehat.

Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang bertujuan memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui edukasi kesehatan berbasis komunitas. Ke depan, Poltekkes Kemenkes Surakarta berkomitmen untuk terus mengembangkan program-program pengabdian yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pencegahan penyakit secara promotif dan preventif. (nik)

 

Editor : Niko auglandy
dimensia Poltekkes Kemenkes Surakarta lansia