UNU Surakarta Kukuhkan Dua Doktor PAI, Angkat Isu Multikulturalisme Dan Etika Pelajar

Alfida Nurcholisah • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 18:02 WIB
Pengukuhan Udi Kholis sebagai doktor ke-53 Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta. (ALFIDA NURCHOLISAH/RADAR SOLO)
Pengukuhan Udi Kholis sebagai doktor ke-53 Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta. (ALFIDA NURCHOLISAH/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta kembali menggelar ujian terbuka promosi doktor ke-53 dan ke-54, Senin (27/7).

Dua promovendus Pascasarjana Pendidikan Agama Islam (PAI) ini mengangkat isu pendidikan Islam, multikulturalisme, serta pembentukan karakter dan etika pelajar dalam disertasinya.

Promovendus pertama Udi Kholis, mengangkat penelitian mengenai model pendidikan Islam multikultural berbasis ketokohan yang dikembangkan melalui pemikiran KH Ma’ruf Islamuddin, KH Minanul Aziz, dan KH Suram Mustofa.

Penelitian tersebut melihat pendidikan Islam tidak sekadar sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga proses pembentukan karakter dan nilai yang membantu individu memahami realitas sosial.

Baca Juga: Promosi Doktor UNU Surakarta Buktikan Penguatan Karakter Siswa Efektif Lewat P5RA

"Dalam konteks globalisasi, masyarakat semakin terhubung dalam jaringan sosial yang kompleks dan tidak lagi dibatasi ruang. Kondisi tersebut membuat pendidikan memiliki peran penting dalam membangun kemampuan masyarakat untuk berinteraksi secara inklusif di tengah keberagaman," jelas Udi.

Model pendidikan Islam multikultural berbasis ketokohan tersebut menunjukkan nilai-nilai Islam yang berkembang dalam realitas masyarakat pesantren. Pendekatan yang digunakan mencakup aspek dialogis, reflektif, impulsif, dan rasional.

"Model tersebut berhasil membentuk masyarakat yang moderat, inklusif, toleran, serta mampu mengimplementasikan nilai Islam sebagai rahmatan lil alamin," tambahnya.

Berdasarkan paparan penelitiannya, Rektor UNU Surakarta Mufrod Teguh menyampaikan, promovendus dinyatakan lulus dengan IPK 3,70 dan predikat sangat memuaskan, serta berhak menyandang gelar doktor pendidikan multikultural.

Baca Juga: Dua Mahasiswa Raih Gelar Doktor, UNU Surakarta Cetak Doktor ke-50 dan 51

Sementara itu, promosi doktor ke-54 UNU Surakarta Halintar Shah Reza Effendi dari Program Studi (Prodi) Doktor PAI mengangkat disertasi berjudul “Aktualisasi Konsep Etika Pelajar dalam Kitab Ta’lim Muta’alim Karya Imam Al-Zarnuji dan Serat Wulangreh Karya Pakubuwono IV (Studi Kasus Santri Pondok Pesantren Nurul Quran Simo Kabupaten Boyolali)”.

"Penelitian tersebut berangkat dari kondisi sosial masyarakat saat ini, khususnya persoalan degradasi moral dan maraknya perilaku nir-etika di kalangan pelajar," ucapnya.

Lebih lanjut, dia memaparkan dalam kitab Ta’lim Muta’alim, terdapat sejumlah ajaran mengenai etika, seperti niat yang benar, memilih guru dan teman, menghormati ilmu serta guru, bersungguh-sungguh dan sabar, memanfaatkan waktu, tawakal, dan zuhud.

Serat Wulangreh memuat ajaran mengenai andhap asor, memilih guru dan teman, sinembah lima, pengendalian diri dari sifat buruk, hidup sederhana dan jujur, serta ketakwaan kepada Allah SWT.

"Nilai-nilai tersebut kemudian diaktualisasikan di Pondok Pesantren Nurul Quran melalui sistem pendidikan yang mengintegrasikan kurikulum umum, diniyah, dan muatan lokal. Pendidikan karakter juga diperkuat melalui program unggulan serta slogan DAHSYAT, yakni disiplin, amanah, harmonis, santun, percaya diri, aktif, terampil, dan berprestasi," paparnya.

Penelitian itu menemukan adanya titik temu antara kedua sumber tersebut, yakni menempatkan adab di atas ilmu. Hasil penelitian tersebut juga berhasil mengantarkan Halintar Shah Reza mendapat predikat kumlot dan menjadi lulusan doktor ke-54 UNU Surakarta. (alf/nik)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
pengukuhan doktor Universitas Nahdlatul Ulama Surakarta UNU Surakarta