Pemkot Solo Ancang-Ancang Cairkan SPP Siswa Gakin PAUD Swasta Hingga Insentif Guru

Alfida Nurcholisah • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 18:03 WIB
Wali Kota Solo Respati Ardi, Bunda PAUD Venessa Winastesia, dan Kepala Disdik Dwi Ariyatno dampingi anak-anak saat Gebyar PAUD 2026 di Taman Balekambang, Rabu (29/7). (ALFIDA NURCHOLISAH/RADAR SOLO)
Wali Kota Solo Respati Ardi, Bunda PAUD Venessa Winastesia, dan Kepala Disdik Dwi Ariyatno dampingi anak-anak saat Gebyar PAUD 2026 di Taman Balekambang, Rabu (29/7). (ALFIDA NURCHOLISAH/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kembali digelar di Taman Balekambang, Rabu (29/7).

Tak sekadar ajang kompetisi dan silaturahmi, agenda rutin tahunan ini jadi momentum bagi Pemkot Solo untuk launching stimulan SPP dan bantuan insentif bagi guru PAUD.

Gebyar PAUD diisi beragam aktivitas dan perlombaan. Mulai dari lomba menata makanan di piring, lomba kreativitas anak, hingga permainan tradisional.

Hadir dalam kegiatan, Wali Kota Solo Respati Ardi, Bunda PAUD Kota Solo Venessa Winastesia, serta Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo Dwi Ariyatno. 

Baca Juga: Mahasiswa UMS Gondol Emas Kejuaraan Pencak Silat Asia 2026 Di Vietnam

Pada kesempatan ini, Bunda PAUD Venessa Winastesia mendorong sinergitas antara orang tua, sekolah, dan bunda PAUD kelurahan maupun kecamatan.

Selain insentif SPP, juga ada program sambang PAUD.

“Kebiasaan tujuh anak Indonesia hebat dikemas melalui konsep bolo digdoyo. Meliputi bolo mruput, bolo manembah, bolo sehat, bolo sinau, bolo srawung, dan bolo tertib,” sambung Venessa.

Di sisi lain, Respati mengklaim stimulan SPP ini upaya Pemkot Solo dalam meningkatkan mutu pendidikan PAUD. Terkait penyaluran, tidak diberikan langsung kepada orang tua.

Baca Juga: Gebyar PAUD di Karanganyar, Asah Bakat dan Karakter Sejak Dini

“Kalau diberikan kepada orang tua murid, nanti tidak tepat sasaran. Takutnya dibelikan untuk kebutuhan lain. Maka nanti langsung ke sekolah,” jelasnya.

Kepala Disdik Dwi Ariyatno menambahkan, stimulan SPP PAUD skemanya mirip Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta (BPMKS).

Sasarannya anak-anak dari keluarga keluarga miskin (gakin) yang sekolah di PAUD swasta. 

Kebijakan ini diambil karena kapasitas PAUD negeri di Solo terbatas. Saat ini, PAUD negeri belum mampu menampung seluruh anak usia dini yang membutuhkan layanan pendidikan.

“Karena PAUD negeri terbatas, anak-anak sekolah di swasta. Tetapi karena swasta berbayar, kelompok yang tidak mampu ini kami biayai,” urai Dwi.

Periode Juli-Desember, Pemkot Solo menargetkan 1.609 anak menerima stimulan SPP PAUD. Masing-masing anak menerima bantuan Rp150 ribu per bulan.

Baca Juga: Bahasa Indonesia Punya Banyak Kata untuk Menggambarkan Keheningan

“Anggarannya dari APBD yang didukung Komisi IV DPRD Solo. Total anggaran yang disiapkan Rp 12 miliar,” bebernya.

Sasaran stimulan berasal dari kelompok gakin yang sesuai basis data pemerintah. Dari target 1.600 anak, sekira 1.400 anak sudah masuk. Selanjutnya ditetapkan melalui keputusan wali kota.

Skemanya, bantuan disalurkan nontunai seperti skema BPMKS. Pembayaran SPP melalui virtual account dan diteruskan ke rekening sekolah.

“Dulu bantuan pendidikan untuk membeli kelengkapan pribadi. Sekarang untuk pembiayaan sekolah bagi yang swasta. Itu yang baru,” ujarnya.

Sementara itu, Pemkot Solo juga memberikan perhatian kepada pendidik PAUD. Tercatat 400 guru PAUD memperoleh insentif Rp 300 ribu per bulan.

“Prioritasnya guru PAUD dengan penghasilan di bawah Rp 1,5 juta per bulan. Serta belum menerima insentif dari program pemerintah lainnya,” jelas Dwi. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
paud swasta spp paud gebyar paud 2026 Insentif Guru PAUD