Stasiun, Peron, hingga Wesel, Pernah Kepikiran dari Mana Asal Kata-Kata Ini?

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 17:00 WIB
Sering dengar kata stasiun, peron, rel, hingga wesel saat naik kereta api? Istilah transportasi ini ternyata diserap dari bahasa Belanda. Gambar: Pinterest.
Sering dengar kata stasiun, peron, rel, hingga wesel saat naik kereta api? Istilah transportasi ini ternyata diserap dari bahasa Belanda. Gambar: Pinterest.

RADARSOLO.COM – Bagi masyarakat yang terbiasa bepergian menggunakan kereta api, kata seperti stasiun, peron, rel, wesel, atau lokomotif tentu sudah tidak asing lagi. Istilah-istilah tersebut hampir setiap hari terdengar melalui pengeras suara, papan petunjuk, maupun percakapan para penumpang.

Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa sebagian besar kosakata tersebut memiliki jejak sejarah yang panjang.

Banyak istilah di dunia perkeretaapian Indonesia merupakan kata serapan dari bahasa Belanda. Hal ini berkaitan erat dengan sejarah pembangunan jalur kereta api di Indonesia pada masa kolonial.

Baca Juga: Jangan-Jangan Kamu Pernah Kayak Gini. Yuk Kenali Apa Itu Revenge Scrolling

Bersamaan dengan berkembangnya teknologi transportasi saat itu, berbagai istilah teknis juga ikut diperkenalkan dan kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia.

Salah satu contohnya adalah stasiun, yang berasal dari kata Belanda station. Kini, kata tersebut digunakan untuk menyebut tempat naik dan turun penumpang maupun lokasi pemberhentian kereta api. Meski telah menjadi bagian dari kosakata bahasa Indonesia, asal-usulnya masih dapat ditelusuri dari bahasa Belanda.

Istilah lain yang juga akrab adalah peron, yang berasal dari kata Belanda perron. Peron merupakan area tempat penumpang menunggu dan naik ke dalam kereta. Bagi masyarakat yang sering menggunakan transportasi kereta api, kata ini tentu sudah menjadi bagian dari keseharian.

Baca Juga: Kalau Emoji Jadi Bahasa, Harus Punya SPOK Dong? Ternyata Ini yang Membuatnya Berbeda

Kemudian ada rel, yang diserap dari kata Belanda rail. Rel menjadi jalur tempat roda kereta bergerak dan merupakan komponen utama dalam sistem perkeretaapian. Begitu pula dengan wesel, yang berasal dari kata Belanda wissel, yaitu perangkat yang berfungsi mengalihkan jalur kereta dari satu lintasan ke lintasan lainnya.

Di dunia perkeretaapian juga dikenal istilah lokomotif, yang berasal dari locomotief. Kata ini merujuk pada kendaraan penggerak rangkaian kereta. Sementara itu, kondektur berasal dari kata Belanda conducteur, yaitu petugas yang bertanggung jawab terhadap pelayanan penumpang dan pemeriksaan tiket selama perjalanan.

Masuknya kata-kata tersebut menunjukkan bahwa bahasa berkembang mengikuti perubahan zaman. Ketika teknologi baru diperkenalkan, masyarakat sering kali turut menyerap istilah yang menyertainya.

Dalam linguistik, proses ini dikenal sebagai penyerapan kosakata, yaitu masuknya kata dari bahasa lain ke dalam bahasa Indonesia dengan penyesuaian ejaan maupun pelafalan.

Meski berasal dari bahasa asing, kata-kata seperti stasiun, peron, rel, wesel, lokomotif, dan kondektur kini telah sepenuhnya menjadi bagian dari bahasa Indonesia.

Sebagian besar masyarakat bahkan tidak lagi menyadari bahwa kata-kata tersebut memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan perkembangan transportasi kereta api di Indonesia.

Pengaruh bahasa Belanda memang cukup besar dalam bidang transportasi, sama halnya dengan bidang pendidikan, hukum, dan administrasi. Hal itu menjadi salah satu jejak sejarah yang masih dapat ditemukan melalui kosakata yang digunakan hingga saat ini.

Jadi, saat menunggu kereta di peron, melihat petunjuk menuju stasiun, atau mendengar pengumuman perjalanan, tanpa sadar kita juga sedang menggunakan kata-kata yang telah bertahan selama lebih dari satu abad dan tetap hidup dalam bahasa Indonesia hingga sekarang.

 

Editor : Kabun Triyatno
belanda Transportasi istilah kereta kosakata