Atap Nyaris Ambrol, Murid TK Gaya Baru III Jebres Solo Ngungsi Ke SDN Bulukandil

Alfida Nurcholisah • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 17:05 WIB
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani mengecek kondisi atap plafon bangunan TK Gaya Baru III, Kecamatan Jebres yang nyaris ambrol, Kamis (30/7). (ALFIDA NURCHOLISAH/RADAR SOLO)
Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani mengecek kondisi atap plafon bangunan TK Gaya Baru III, Kecamatan Jebres yang nyaris ambrol, Kamis (30/7). (ALFIDA NURCHOLISAH/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Kegiatan belajar mengajar (KBM) di TK Gaya Baru III, Kecamatan Jebres terpaksa mengungsi ke SD Bulukandil.

Sebab kondisi atap plafon bangunan TK kian mengkhawatirkan.

Saat sidak ke lokasi, Kamis (30/7), Wakil Wali Kota Solo Astrid Widayani tegaskan siap mengawal revitalisasi bangunan TK hingga selesai. 

Astrid menjelaskan, aspek keselamatan dan penataan sarpras bagi pendidikan anak usia dini (PAUD) juga menjadi fokus perhatian Pemkot Solo.

Baca Juga: Pemkot Solo Ancang-Ancang Cairkan SPP Siswa Gakin PAUD Swasta Hingga Insentif Guru

Maka PAUD tidak boleh dikesampingkan. Sebab, pendidikan jenjang tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter anak.

Hasil pantauan di TK Gaya Baru III, kondisi bangunan kurang aman untuk KBM. Sementara ini, 28 siswa TK terpaksa mengungsi ke SD Bulukandil.

“Memang kurang aman untuk anak-anak belajar. Sehingga anak-anak sekarang sudah dipindahkan ke tempat yang lebih aman, yaitu di SD Bulukandil,” kata Astrid.

Astrid menegaskan, renovasi perlu segera dilakukan.

Baca Juga: Mahasiswa UMS Gondol Emas Kejuaraan Pencak Silat Asia 2026 Di Vietnam

Mengingat kondisi bangunan yang sudah cukup lama dan kebutuhan pembelajaran mendesak. Perbaikan nantinya tidak hanya menyasar bangunan, tetapi juga sarpras lainnya. Termasuk instalasi air dan penataan ruang.

“Kami kawal untuk segera dikerjakan, mengingat ini urgent. Kami berkoordinasi untuk kebutuhan sarana prasarana fisik yang lain, seperti kondisi instalasi air, kemudian layout ruangan, dan lain sebagainya,” beber Astrid.

Ke depan, Astrid mendorong Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo untuk mendata bangunan sekolah yang berusia tua.

Sekaligus memastikan perawatan dan pemeliharaan dilakukan secara berkala, agar kerusakan dapat diketahui lebih awal.

“Didata dan dicatat, mana saja yang perlu menjadi perhatian untuk ditinjau sebelum nanti ada usulan-usulan yang lain. Jangan sampai ada kejadian terulang seperti ini lagi,” tegas Astrid.

Kepala Disdik Kota Solo Dwi Ariyatno menambahkan, anggaran renovasi TK Gaya Baru III mencapai Rp 150 juta. Anggaran ini hanya untuk renovasi atap plafon yang jebol.

“Sebab kalau sampai merobohkan bangunan, tidak cukup waktunya. Permasalahan utamanya kontruksi atap dan sumber cahaya yang masuk ke dalam ruangan,” jelas Dwi.

Baca Juga: Atap TK Gaya Baru Jebres Solo Nyaris Ambrol, 25 Murid Dievakuasi

Ke depan, Dwi menyarankan pembangunan di SDN Bulukantil dibuat bertingkat. Sehingga memberi ruang mencukupi untuk PAUD negeri.

“Nanti para pendidik dan anak-anak dijadikan satu dengan skema PAUD negeri. Ini dalam rangka mencapai pelayanan optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala TK Gaya Baru III Ninik Santoso mengapresiasi percepatan renovasi bangunan. Sebab, sudah lama sekali bangunan sekolah kondisinya memprihatinkan.

Pernah, KBM menempati rumah-rumah orang tua murid. Bahkan saat hujan turun, sering tergenang air.

“Kalau hujan, sekolah kami seperti air terjun Grojogan Sewu. Anak-anak saya minta keluar kelas. Takutnya terpeleset,” bebernya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
Sumber : Radar Solo
TK Gaya Baru Jebres atap tk jebol plafon tk jebol wakil wali kota solo astrid widayani Wawali Astrid