Tak Sekadar Mewarnai, Siswa SD di Solo Belajar Sejarah Wayang Babad Kartasura: FSRD ISI Surakarta Ajak Ratusan Siswa SDN Mojosongo V Surakarta Cinta Warisan Budaya Sejak Dini

Niko auglandy • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 18:52 WIB
ASAH KREATIVITAS: Siswa SD Negeri Mojosongo V Surakarta mewarnai karakter Wayang Babad Kartasura, Kamis (30/7). (ISTIMEWA)
ASAH KREATIVITAS: Siswa SD Negeri Mojosongo V Surakarta mewarnai karakter Wayang Babad Kartasura, Kamis (30/7). (ISTIMEWA)

RADARSOLO.COM – Halaman SD Negeri Mojosongo V Surakarta dipenuhi semangat ratusan siswa yang mengikuti kegiatan mewarnai massal karakter Wayang Babad Kartasura, Kamis (30/7). Kegiatan bertajuk Wayang Goes to School itu menjadi salah satu upaya mengenalkan seni tradisi kepada generasi muda melalui pendekatan yang edukatif sekaligus menyenangkan.

Sekira 200 siswa kelas V dan VI tampak antusias mewarnai gambar karakter Wayang Babad Kartasura pada media kertas ukuran A4. Dengan mengenakan seragam olahraga, mereka bebas menggunakan berbagai alat gambar, seperti pensil warna, pastel, spidol, maupun media pewarna lainnya.

Antusiasme para siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang mereka ajukan mengenai warna tubuh tokoh wayang, busana yang dikenakan, hingga unsur-unsur lain yang menjadi ciri khas Wayang Babad Kartasura.

Sebelum kegiatan mewarnai dimulai, para peserta terlebih dahulu mendapatkan materi pengenalan mengenai Wayang Babad Kartasura. Narasumber dari mitra kegiatan, Sanggar Wayang Gamelan Sangswara, Kartasura, menjelaskan berbagai aspek wayang, mulai dari elemen tubuh, bahan pembuatan, gapit wayang, pewarnaan, busana, hingga filosofi yang terkandung di dalamnya.

Agar suasana lebih menarik, penyampaian materi diawali dengan menyanyikan tembang dolanan sehingga siswa lebih mudah mengikuti sekaligus menikmati proses pembelajaran.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Inovatif Seni Nusantara (PISN) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta yang menginisiasi program Wayang Goes to School sebagai media pengenalan Wayang Babad Kartasura kepada siswa sekolah dasar.

Pelaksanaan kegiatan menggandeng Sanggar Wayang Gamelan Sangswara sebagai mitra dan menjadi salah satu rangkaian Hibah PISN Kemdiktisainstek Tahun 2026 bertajuk Revitalisasi Sejarah Babad Kartasura Melalui Eksistensi Dalang Wanita Lewat Pagelaran Kolaborasi Wayang dengan Motion Graphic.

Program tersebut dipimpin Basnendar Herry Prilosadoso selaku ketua tim, dengan anggota Ana Rosmiati, Indriati Suci Pravitasari, Sri Murwanti, serta didukung tim mahasiswa ISI Surakarta.

Kepala SD Negeri Mojosongo V Surakarta Tukadi menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, seni tradisi, khususnya wayang, perlu diperkenalkan sejak dini agar siswa memiliki kedekatan dengan warisan budaya bangsa.

"Kami sangat mendukung kegiatan ini karena seni tradisi, khususnya wayang, memang perlu dikenalkan sejak dini agar wawasan siswa sekolah dasar terhadap warisan budaya semakin luas," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Hibah PISN sekaligus dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) FSRD ISI Surakarta Basnendar Herry Prilosadoso, mengatakan, kegiatan tersebut dirancang sebagai alternatif media pembelajaran yang memadukan unsur edukasi dan rekreasi.

"Kegiatan ini kami harapkan menjadi alternatif media pembelajaran yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar seperti rekreasi yang menyenangkan bagi siswa," ungkapnya di sela kegiatan.

Melalui program Wayang Goes to School, tim PISN FSRD ISI Surakarta berharap Wayang Babad Kartasura semakin dikenal oleh generasi muda. Dengan pendekatan kreatif seperti mewarnai, siswa tidak hanya belajar mengenali tokoh-tokoh wayang, tetapi juga mulai memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya Indonesia. (nik)

Editor : Niko auglandy
Babad Kartasura isi surakarta wayang