Ceban, Goceng, hingga Gocap, Ternyata Istilah Ini Berasal dari Bahasa Hokkien

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 15:45 WIB
Istilah angka seperti goceng, gocap, hingga ceban berasal dari bahasa Hokkien yang dibawa pedagang Tionghoa ke Nusantara. Kini, kosakata tersebut melebur dan menjadi bagian dari percakapan sehari-hari masyarakat.
Istilah angka seperti goceng, gocap, hingga ceban berasal dari bahasa Hokkien yang dibawa pedagang Tionghoa ke Nusantara. Kini, kosakata tersebut melebur dan menjadi bagian dari percakapan sehari-hari masyarakat.

RADARSOLO.COM – Pernah mengatakan, "Pinjam dulu goceng," atau "Harganya cuma ceban"? Istilah seperti goceng, gocap, gopek, hingga ceban sudah begitu akrab dalam percakapan sehari-hari masyarakat Indonesia. Bahkan, banyak orang menggunakannya tanpa pernah bertanya dari mana sebenarnya kata-kata tersebut berasal.

Ternyata, istilah tersebut bukan berasal dari bahasa Indonesia, melainkan dari bahasa Hokkien, salah satu ragam bahasa Tionghoa yang dibawa oleh para perantau dari wilayah Fujian, Tiongkok, ketika datang ke Nusantara untuk berdagang sejak ratusan tahun lalu.

Baca Juga: Sulit Diterjemahkan, Bahasa Jawa Punya Istilah yang Sangat Spesifik untuk Situasi Sehari-hari

Berawal dari Bahasa Pedagang

Pada masa lalu, komunitas Tionghoa banyak berperan dalam aktivitas perdagangan di berbagai kota pelabuhan di Indonesia. Dalam proses jual beli, mereka menggunakan bahasa Hokkien sebagai bahasa sehari-hari.

Seiring waktu, sejumlah kosakata yang berkaitan dengan angka dan uang mulai digunakan oleh masyarakat luas. Lambat laun, istilah-istilah tersebut melebur ke dalam percakapan sehari-hari hingga tetap bertahan sampai sekarang.

Baca Juga: Bahasa Jawa Punya Kata-Kata yang "Pas Banget" untuk Kehidupan Sehari-hari

Kenapa Lima Ribu Disebut Goceng?

Kata go dalam bahasa Hokkien berarti lima. Sementara itu, ceng merujuk pada seribu.

Karena itu: Go ceng = lima ribu rupiah atau goceng.

Istilah ini kemudian disesuaikan dengan pelafalan masyarakat Indonesia sehingga lebih mudah diucapkan dan akhirnya menjadi bagian dari bahasa sehari-hari.

Baca Juga: Tom Holland Buka Peluang Kembali Jadi Spider-Man, Akui Masih Antusias Perankan Peter Parker

Lalu, Apa Arti Gocap dan Gopek?

Pola yang sama juga berlaku pada nominal lain.

Go cap berarti lima puluh, sehingga dalam konteks uang dikenal sebagai gocap atau lima puluh ribu rupiah.

Go pek berarti lima ratus, yang kemudian menjadi gopek atau lima ratus rupiah.

Meski nilai uang telah berubah seiring waktu, penyebutan tersebut tetap bertahan dalam percakapan masyarakat.

Kalau Ceban Berasal dari Mana?

Berbeda dengan istilah sebelumnya yang diawali kata go, kata ceban berasal dari kata chit atau ce, yang berarti satu dalam bahasa Hokkien.

Sementara ban berarti sepuluh ribu.

Karena itu, ce ban secara harfiah berarti sepuluh ribu, yang kemudian diucapkan menjadi ceban.

Ada pula istilah cepekceng, yang berasal dari gabungan chit pek ceng, yang berarti seratus ribu.

Bukti Bahasa Terus Saling Memengaruhi

Masuknya istilah seperti goceng, gocap, gopek, dan ceban menunjukkan bahwa bahasa berkembang mengikuti interaksi antarmasyarakat. Ketika para pedagang Tionghoa berinteraksi dengan masyarakat lokal, sebagian kosakata yang sering digunakan ikut diserap dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Kini, banyak orang menggunakan istilah tersebut tanpa menyadari bahwa di baliknya tersimpan jejak sejarah perdagangan dan pertemuan budaya di Nusantara.

Jadi, saat mendengar seseorang berkata, "Bayarnya goceng saja," atau "Pinjam ceban dulu," sebenarnya kita sedang menggunakan kata-kata yang telah menempuh perjalanan panjang dari bahasa Hokkien hingga menjadi bagian dari percakapan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Editor : Kabun Triyatno
Hokkien cepekceng perdagangan bahasa kosakata