RADARSOLO.COM – Bayangkan seorang teman asal luar negeri yang sedang belajar bahasa Indonesia berkata, "Saya tidak mahasiswa," atau "Saya bukan lapar." Sekilas maksudnya masih bisa dipahami. Namun, bagi penutur asli bahasa Indonesia, kedua kalimat tersebut terdengar janggal.
Kesalahan seperti ini cukup sering dialami penutur asing yang mempelajari bahasa Indonesia. Penyebabnya sederhana, tetapi penting: bahasa Indonesia memiliki dua kata penyangkalan, yaitu bukan dan tidak, yang penggunaannya berbeda.
Gunakan "Bukan" untuk Kata Benda
Secara umum, bukan digunakan untuk menyangkal kata benda (nomina), identitas, atau kepemilikan.
Baca Juga: Dulu Ramai Dipakai, Sekarang Nyaris Hilang. Ke Mana Perginya Kata-Kata Yang Sempat Gaul?
Contohnya:
Saya bukan dokter.
Dia bukan mahasiswa.
Itu bukan tas saya.
Pada contoh-contoh tersebut, yang disangkal adalah identitas atau benda, sehingga kata yang tepat adalah bukan.
Baca Juga: Bahasa Indonesia Punya Banyak Kata untuk Menggambarkan Keheningan
Gunakan "Tidak" untuk Kata Kerja dan Kata Sifat
Berbeda dengan bukan, kata tidak digunakan untuk menyangkal kata kerja, kata sifat, maupun keadaan.
Contohnya:
Saya tidak lapar.
Dia tidak datang.
Rumah itu tidak besar.
Karena itu, kalimat "Saya tidak mahasiswa" tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Bentuk yang benar adalah "Saya bukan mahasiswa."
Kenapa Penutur Asing Sering Keliru?
Dalam bahasa Inggris, penyangkalan umumnya cukup menggunakan satu kata, yaitu not. Sementara itu, bahasa Indonesia membedakan bentuk penyangkalan berdasarkan jenis kata yang mengikutinya.
Perbedaan inilah yang membuat banyak pembelajar BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) perlu waktu untuk memahami kapan harus memakai bukan dan kapan menggunakan tidak.
Penutur Asli Pun Masih Ada yang Tertukar
Menariknya, kekeliruan ini tidak hanya dilakukan penutur asing. Di media sosial atau percakapan sehari-hari, masih sering ditemukan penggunaan "bukan" dan "tidak" yang tertukar.
Meski lawan bicara biasanya tetap memahami maksudnya, penggunaan yang tepat membuat kalimat terdengar lebih alami dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.
Hal Kecil yang Membuat Bahasa Indonesia Terasa Alami
Bahasa Indonesia memang tidak memiliki perubahan bentuk kata kerja seperti dalam bahasa Inggris atau Prancis. Namun, bukan berarti bahasa ini tidak memiliki aturan yang perlu diperhatikan. Perbedaan penggunaan "bukan" dan "tidak" menjadi salah satu contoh bahwa dua kata kecil dapat menentukan apakah sebuah kalimat terdengar alami atau justru janggal.
Editor : Kabun Triyatno