"Terima Kasih" Bukan Sekadar Ucapan Sopan, Frasa Ini Punya Makna yang Menyentuh

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 12:58 WIB
Bukan sekadar formalitas, ungkapan "terima kasih" punya makna mendalam.
Bukan sekadar formalitas, ungkapan "terima kasih" punya makna mendalam.

RADARSOLO.COM – "Terima kasih." Dua kata ini mungkin menjadi salah satu ungkapan yang paling sering kita ucapkan setiap hari. Setelah dibantu seseorang, menerima hadiah, atau mendapat pertolongan kecil sekalipun, kita terbiasa mengucapkannya sebagai bentuk penghargaan.

Namun, pernahkah kamu berhenti sejenak dan memikirkan mengapa dalam bahasa Indonesia kita mengucapkan terima kasih? Mengapa bukan sekadar padanan dari thank you atau ungkapan lain yang lebih singkat?

Baca Juga: Phone Stack Challenge, Tren Menumpuk HP Saat Nongkrong agar Obrolan Lebih Fokus

Di balik kesederhanaannya, frasa ini menyimpan makna yang menarik sekaligus mencerminkan cara masyarakat Indonesia memandang hubungan antarmanusia.

Lebih dari Sekadar "Thank You"

Dalam bahasa Inggris, ungkapan thank you secara sederhana digunakan untuk menyampaikan rasa syukur atau penghargaan kepada orang lain. Bahasa lain pun memiliki ungkapan masing-masing, seperti arigatou dalam bahasa Jepang atau gamsahamnida dalam bahasa Korea.

Bahasa Indonesia memilih bentuk yang berbeda. Kita tidak mengucapkan "syukur kepadamu" atau "berterima kepadamu", melainkan terima kasih.

Baca Juga: Notifikasi Tak Henti-Henti Bisa Bikin Lelah Mental, Kenali Digital Burnout

Sebagai ungkapan, frasa ini memang sudah menjadi bentuk baku untuk menyampaikan rasa terima kasih. Namun, jika diperhatikan, susunan katanya menghadirkan makna yang terasa hangat.

"Terima" dan "Kasih"

Secara leksikal, frasa terima kasih terdiri atas dua kata, yaitu terima dan kasih. Kata terima berarti memperoleh atau menerima sesuatu, sedangkan kasih dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berkaitan dengan rasa sayang, cinta, atau kebaikan.

Karena itu, tidak sedikit orang yang memaknai frasa terima kasih sebagai bentuk menerima kasih atau menerima kebaikan yang diberikan orang lain. Meski bukan merupakan terjemahan harfiah ke dalam bahasa lain, cara memaknai susunan kata tersebut membuat ungkapan ini terasa lebih mendalam.

Ucapan "terima kasih" seolah tidak hanya menyampaikan rasa syukur, tetapi juga mengakui bahwa seseorang telah menerima perhatian, bantuan, atau kebaikan dari orang lain.

Bahasa Mencerminkan Cara Pandang

Dalam linguistik, setiap bahasa memiliki cara tersendiri dalam mengekspresikan suatu makna. Tidak semua ungkapan dapat diterjemahkan kata demi kata karena setiap masyarakat memiliki latar budaya dan kebiasaan yang berbeda.

Hal yang sama berlaku pada frasa terima kasih. Keindahannya bukan terletak pada apakah frasa itu dapat diterjemahkan secara harfiah ke bahasa lain, melainkan pada cara bahasa Indonesia menyusun dua kata sederhana menjadi ungkapan yang penuh makna.

Ungkapan ini mengingatkan bahwa setiap bantuan, sekecil apa pun, layak dihargai. Dengan mengucapkan "terima kasih", seseorang bukan hanya bersikap sopan, tetapi juga mengakui adanya kebaikan yang telah ia terima.

Dua Kata yang Tak Pernah Kehilangan Makna

Di tengah perkembangan bahasa dan munculnya berbagai ungkapan baru di media sosial, "terima kasih" tetap menjadi salah satu frasa yang tidak tergantikan. Ucapan ini dapat digunakan dalam situasi formal maupun santai, kepada keluarga, teman, hingga orang yang baru dikenal.

Mungkin itulah yang membuatnya terasa begitu istimewa. Di balik dua kata yang tampak sederhana, tersimpan pengingat bahwa hubungan antarmanusia dibangun dari saling memberi dan saling menghargai.

Jadi, lain kali saat mengucapkan "terima kasih", mungkin kita tidak hanya sedang bersikap sopan. Kita juga sedang mengakui bahwa ada kebaikan yang telah kita terima, dan itu adalah salah satu hal yang membuat bahasa Indonesia terasa begitu indah.

Editor : Kabun Triyatno
frasa kata leksikal terima kasih bahasa