RADARSOLO.COM - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo berencana menambah dua unit Taman Kanak-Kanak (TK) negeri pada tahun ini.
Penambahan fasilitas pendidikan tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat sebagai langkah memperluas jangkauan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sekaligus mendukung realisasi program wajib belajar 13 tahun.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo Dwi Ariyatno menjelaskan, pembangunan dua TK negeri baru ini dilakukan dengan memanfaatkan aset lahan milik Pemkot yang menganggur pasca diterapkannya kebijakan penggabungan (regrouping) Sekolah Dasar (SD).
Langkah ini bertepatan dengan adanya program bantuan pembangunan fisik PAUD dari Kemendikdasmen.
Baca Juga: Revitalisasi Jalan Yos Sudarso Dimulai, Arus Menuju Nonongan Ditutup Selama Empat Bulan
"Kami sedang mengupayakan memanfaatkan aset kota yang sudah tidak berfungsi. Ada beberapa sekolah yang diregroup sehingga lahannya kosong. Itu kami dorong untuk diaktifkan menjadi PAUD. Kebetulan bersamaan ada program dari kementerian berupa pembiayaan pembangunan PAUD baru," ujar Dwi Ariyatno, Minggu (2/8/2026).
Dwi menyampaikan, pemerintah daerah berkewajiban menyiapkan lahan siap bangun serta menyusun perencanaan teknis sebelum diajukan ke kementerian terkait.
Proses konstruksi pembangunan fisik sepenuhnya akan dibiayai anggaran kementerian pusat.
"Kami diminta menyiapkan lahan, membuat perencanaan, kemudian mengajukan ke kementerian. Nanti kementerian yang membiayai proses pembangunan baru," jelasnya.
Dwi membeberkan, dua lokasi yang diajukan berada di eks SD Kemasan 1 (yang telah di-regroup dengan SD Kemasan 2) serta bangunan eks SD Baturono di wilayah Kecamatan Pasar Kliwon.
Baca Juga: 14 Negara Ikut Merapi Merbabu De Trail 2026, Juara 5K dan 30K Female dari Spanyol
Saat ini, proses penghapusan aset lama telah mendapatkan persetujuan dari Wali Kota Solo dan tinggal menunggu penetapan resmi dari kementerian.
"Yang kami ajukan ada dua lokasi. Harapannya bisa mewadahi anak-anak usia PAUD agar mendapatkan layanan PAUD negeri. Prosesnya sekarang tinggal menunggu keputusan dari kementerian," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang PAUD Disdik Surakarta, Eni Idayati, menyebutkan bahwa saat ini Kota Solo baru memiliki tujuh TK negeri.
Tambahan dua sekolah baru ini akan melengkapi jumlahnya menjadi sembilan TK negeri.
Baca Juga: Pemkot Solo Genjot Wajib Belajar 13 Tahun, Orang Tua Diimbau Sekolahkan Anak di TK Sebelum SD
"Ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mendukung kebijakan wajib belajar 13 tahun. Selain memperbanyak layanan negeri, kami juga terus memperkuat layanan PAUD di Kota Solo," tuturnya.
Eni menegaskan bahwa pendirian TK negeri baru ini tidak ditujukan untuk menyaingi keberadaan lembaga pendidikan swasta.
Pemerintah daerah tetap memberikan kesempatan terbuka bagi TK swasta yang bermaksud bergabung atau mengajukan status penegerian sesuai regulasi.
Saat ini terdapat sekitar 400 unit PAUD dan TK swasta yang beroperasi di Kota Solo.
Guna membantu siswa dari keluarga kurang mampu yang mengenyam pendidikan di PAUD atau TK swasta, Pemkot Solo mengucurkan bantuan stimulan pendidikan senilai Rp150 ribu per bulan.
"Dari data Dispendukcapil terdapat sekitar 2.600 anak usia masuk TK pada tahun ini. Mayoritas telah terlayani di TK negeri maupun swasta sehingga hampir tidak ada lagi anak usia TK di Kota Solo yang belum memperoleh akses pendidikan prasekolah," pungkas Eni. (alf)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com